by

BPMPTSP Berhasil Raih Penghargaan Terbaik Dalam Ajang Pameran Investasi Skala Nasional di Batam

Batam – bogoronlinelcom – Jauh-jauh berangkat ke Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dengan menempuh jarak lebih dari 1.200 kilo meter dan biaya yang dikeluarkan cukup banyak, untuk mempromosikan potensi yang dimiliki Kabupaten Bogor, kepada para calon, ternyata tidak sia-sia, karena tim Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) yang dipimpin Sony Abdusyukur itu berhasil menyabet predikat terbaik mengalahkan peserta dari tuan rumah.

“Keberhasil meraih predikat terbaik berdasarkan penilaian panitia ini menjadi obat pemicu semangat bagi kami semua, karena dengan penghargaan rasa lelah dan letih selama berhari-hari langsung hilang,” kata Sekretaris BPMPTSP ini, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/03).

Dalam pameran investasi berskala nasional yang diadakan Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN ini kata Sony, pihaknya mengikutsertakan perajin batik Kampung Urug. “Selama ini kan orang Batam, mengiran kerajinan batik itu hanya ada di wilayah Jawa Tengah, padahal di Jawa Barat termasuk Kabupaten Bogor punya batik khasnya, itulah yang membuat pengunjung tertarik melihat stand BPMPTSP ,” ujarnya.

Menurut Sony, dalam pameran Batam 2016 IVEC, Kabupaten Bogor menawarkan sejumlah potensi yang dapat digarap para investor. “Respon mereka cukup positif, dan bertanya-tanya kepada kami, seberapa menjanjikannya berinvestasi di Kabupaten Bogor,” kata mantan sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi ini.

Sony mengaku mengundang sejumlah calon investor untuk datang ke Kabupaten Bogor. “Kepada mereka kita menawarkan kemudahan izin, jika mau menanamkan modalnya di Bumi Tegar Beriman, khususnya untuk sektor manufacturing yang akan dibuka di wilayah barat,” ungkapnya.
Ketua Komisi I DPRD Kukuh Sri Widodo berharap ada tindak lanjut dari keikutsertaan BPMPTSP diajang pameran investasi di Batam itu. “Pameran tersebut tentunya mengeluarkan anggaran yang tak sedikit, sehingga harus ada tindak lanjutnya,” kata politisi Gerinda ini.

Kukuh mengatakan, Kabupaten Bogor sekarang ini sangat butuh investor untuk mengembangkan wilayah barat, tapi jangan yang mau bergerak dibidang property, melainkan untuk sektor manufaktur. “Kalau property kan serapan tenaga kerjanya minim, beda dengan manufaktur yang lebih banyak menyerap tenaga kerja, jika ini terealisasi otomatis angka pengangguran pun dapat ditekan,” pungkasnya. (Zah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed