Kalapas: Tak Ada Tempat Khusus Bagi HYP

Kota Bogor – bogoronline.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) II A Paledang Suharman, membenarkan jika pihaknya telah menerima satu orang tahanan titipan dari Kejaksaan Negeri Bogor HYP pada pukul 13:00 WIB.

HYP yang menjabat sebagai Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kota Bogor, merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Pembebasan Lahan Pasar Jambu Dua. Sebelum dititipkan ke Lapas Paledang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor kembali memanggil HYP dalam kasus tersebut.

“Saat ini sudah kita terima dititipkan dikita terhitung tanggal 6 sampai 25 april. Kita disini sebagai Lapas Rutan dititpkan ya menerima lah,” kata Suharman kepada bogoronline.com.

Ia menjelaskan, tahanan titipan kejaksaan tersebut akan berada di Lapas Paledang selama 20 hari, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan berada di kamar Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling).

“Mapenaling, kamar mapenaling siapapun tahanan yang baru dititipkan disana, jumlah tahanan yang ada disana sekarang belum hapal juga. Jumlah disana terus berputar. Seminggu di mapenaling, dari situ nanti kita tempatkan di kamar biasa,” terang Suharman.

Hingga saat ini, lanjutnya, pihak Lapas masih melakukan proses administrasi terhadap yang bersangkutan. Setiap tahanan baru, masih kata Suharman, dicek kesehatannya. Sehingga masih dalam proses. Jika dilihat dari segi fisik HYP terlihat dalam keadaan sehat, namun pihak Lapas tidak bisa melihat hanya dari segi fisik saja. alau keliatan fisiknya sehat, tapi pihak Lapas tidak bisa melihat dari segi fisik saja sehingga cek kesehatan dilakukan.

“Tensi, riwayat kesehatan, urusan dokter. Kamarnya tau sama semua ga ada yang istimewa. Tidak ada kamar khusus ga ada yang istimewa,” terang Suharman.
Tersangka HYP datang ke kejari pada pukul 10.00 WIB menggunakan seragam kampret (pakaian khas Sunda-red) den mobil avanza warna hitam bernomor polisi D 1034 OC. Hampir dua jam lebih, ia diperiksa oleh pihak penyidik Kejari Bogor.

Selesai diproses sekitar pukul 12.00 WIB, HYP digelandang Kejari Bogor ke Lapas di Kota Hujan, dengan status sebagai tahanan titipan.

Kasie Intel Kejari Bogor Andie Fajar Arianto mengatakan, pemahaman tersebut dilakukan sebagai tahapan proses setelah ada penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum untuk tahap penuntutan.

“Ya kami mengambil sikap untuk dilakukan penahanan terhadap tersangka, hal itu untuk memperlancar proses penuntutan,” kata Andhi.

Andhi menambahkam, penahanan berlaku selama 20 hari kedepan, berdasarkan Surat Perintah (SP) nomor 643/O.212/FT.1/D4/2016 tanggal 6 April 2016 pasalĀ  21 dan 22 KUHP tentang kewenangan penyidik melakukan penahanan dan alasan-alasan yang dapat diambil untuk dilakukan penahanan.

Diakui Kasi Intel Kejari tersebut, hari ini pihaknya telah memanggil 3 orang tersangka untuk dilakukan tahap pelimpahan tersangka dan barang bukti, namun yang hadir hanya satu orang.

Sementara lanjut Andhi, dua tersangka lainnya, yakni IG dan RNA tidak datang karena beralasan sedang dinas di luar kota. Kedua tersangka telah meminta untuk dijadwalkan ulang.

“Secepatnya kami panggil ulang, nanti dalam minggu ini, menunggu kehadiran mereka. Harapan kami mereka juga koorperatif untuk hadir sehingga memperlancar proses penanganan perkara,” tambahnya.

Seperti diketahui, Lahan Pasar Jambu Dua diperuntukan relokasi PKL MA Salmun, dan dibebaskan pada akhir 2014 dengan nilai anggaran Rp 43,1 miliar. (Aldrin/Bunai)