Komisi B DPRD Kota Bogor, Minta PD PPJ Profesional

Kota Bogor-bogoronline.com
Terkait molornya terhadap keputusan pemenang Beauty Contest Blok F di Pasar Kebon Kembang, Anggota Komisi B DPRD Kota Bogor. Ardiansyah meminta Direksi Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) menempuh prosedur sesuai dengan ketentuan dalam menentukan pemenang beauty contest revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang, yang rencananya akan diumumkan pada hari ini, Senin (2/5/16).
“Aturan harus dijalankan dalam menetapkan pemenang revitalisasi Blok F, nggak boleh ditawar-tawar. Jangan sampai ada unsur KKN di dalamnya,” ujar Ardiansyah saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon.
Ardiansyah mencontohkan, salahsatu faktor yang tidak boleh ditawar-tawar adalah Bank Garansi sebesar 30 persen dari nilai investasi.
“Misalnya ada perusahaan yang tidak bisa memenuhi, ya jangan ditawar-tawar lagi. Nanti bisa saja ada yang nawar Bank Garansinya Rp. 2 juta. Kalau pengusaha tak punya duit, jangan ngaku pengusaha,” kata politisi PPP ini.
Ardiansyah juga sedikit menyoroti soal kabar pembatalan beauty contest lantaran dimundurkannya pengumuman pemenang.
“Kalau beauty contest dibatalkan, kami akan panggil PD PPJ untuk menanyakan alasan mengapa dibatalkan. Sebab kalau itu terjadi, kepastian investor berinvestasi di Kota Bogor semakin nggak jelas,” urainya.
Menurut Ardiansyah, sebenarnya sah-sah saja asalkan ada alasan yang rasional. Misalnya, tidak ada satupun perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan.
“Kan ada sistem rangking, misalnya ada satu perusahaan yang tak bisa memenuhi salahsatu syarat. Tetapi mereka ada di rangking satu, tentunya harus u jatuh ke dua begitupun selanjutnya. Kalau semuanya dipenuhi tak ada alasan batal,” Tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor, Eka Wardana mengatakan, PD PPJ harus bekerja profesional, sebab revitalisasi Blok F menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Saya harap jangan ada pengusaha-pengusaha titipanlah ya di beauty contest ini karena kan itu buat kesejahteraan pedagang pasar. Pokoknya mau siapapun yang menang harus bisa mengakomodir keinginan pedagang,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PD PPJ, Syuhairi Nasution menegaskan bahwa beauty contest revitalisasi Blok F takkan dibatalkan. Kata dia, diundurnya pengumuman pemenang dari Jumat (29/4) ke Senin (2/5) lantaran direksi dan Badan Pengawas (BP) tidak ingin salah dalam mengambil keputusan.
“Insya Allah hari ini akan kami umumkan. Kalau tidak, ya Selasa (3/5), Sebab kan semua harus melewati pertimbangan dan konsulitasi dengan walikota,” katanya saat dihubungi.
Namun, Syuhairi menegaskan bahwa PD PPJ sudah mengantungi nama perusahaan pemenang revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang. Meski begitu, ia enggan memberikan bocoran siapa pengembang yang digadang bakal mengakomodir keinginan pedagang di Blok F tersebut.
“Nama pemenang kami sudah kantongi, tapi mohon maaf saya tidak bisa beritahu. Sebab sampai sekarang juga kami belum sampaikan hasil penilaian kepada walikota. Disetujui atau tidaknya tergantung beliau,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syuhairi juga membenarkan bahwa dari empat calon investor yang mengikuti beauty contest hanya ada satu perusahaan yang memenuhi syarat Bank Garansi sebesar 30 persen dari nilai investasi atau senilai Rp. 32 miliar. Satu di antaranya hanya Rp. 20 miliar, sedangkan dua lainnya tidak menaruh deposit.
“Iya memang benar, tapi yang menjadi penilaian tim bukan hanya itu, masih ada beberapa poin,” jelasnya.
Meski demikian, Syuhairi menyatakan deposit sebesar 30 persen dari nilai investasi merupakan salahsatu syarat vital dalam beauty contest revitalisasi Blok F.
“Iya, itu memang syarat vital sebagai jaminan pembangunan,” ucapnya.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Paguyuban Pedagang Blok F Suryanto menyatakan bahwa pihaknya telah mencabut tuntutan pembatalan beauty contest lantaran beberapa perusahaan sudah melakukan klarifikasi terhadap kabar miring yang selama ini didengar pedagang.
“Sudah kami cabut surat tuntutan pembatalan beauty contest kepada walikota beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Namun, ia mempertanyakan pernyataan PD PPJ yang meminta pengembang membangun 178 kios bagi pedagang lama. Sebab, kata dia, pedagang di Blok F hanya berjumlah 152, Itupun sudah termasuk dengan yang ada di tangga.
“Kan cuma segitu, apakah kantor unit juga ikut dihitung. Atau berdasarkan data Disperindag yang menghitung lantai Borobudur,” tandasnya.
(bunai)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *