Pinjaman KUR ke Bank Sulit Pelaku UMKM Pinjam Modal ke Rentenir

Kemang – bogoronline.com – Kendati pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran, untuk membantu permodalan para pelaku Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Namun faktanya kredit yang katanya tanpa agunan itu susah diakses para pelaku UMKM yang ingin mendapatkan pinjaman modal usaha, akibatnya banyak pelaku UMKM yang pinjam uang ke rentenir atau bank keliling, meski bunga yang diterapkan cukup tinggi.
“Saya sudah beberapa kali mengajukan kredit ke bank pemerintah, tapi persyaratannya ribet dan bertele-tele, hingga akhirnya rencana mengajukan pinjaman itu dibatalkan, dan saya lebih memilih meminjam uang ke rentenir atau bank keliling,” kata Ahmad Yani, perajin usaha kayu di Kampung Bojong RT 02/01, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Senin (23/05).
Selain ribet, kata Yani, bank juga minta agunan, sebagai jaminan. “Dalam teori, sering kali disebutkan pelaku UMKM dapat mendapatkan pinjaman dari bank pemerintah, meski tak memiliki agunan, tapi kenyataan di lapangan berbeda 100 persen,” ungkapnya.
Juneadi, perajin sepatu di Desa Tegal mengatakan hal senada, kesulitan UMKM berkembang adalah minimnya permodalan, karena mayoritas dari pelaku usaha ini dikelola secara rumahan.
“Awalnya saya senang, ketika mendengar informasi dari pemerintah, yang menyebutkan, pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman atau kredit ke bank dengan bunga ringan dan tanpa agunan, namun ujung-ujung sama dengan bank pada umumnya, agunan harus disertakan sebagai jaminan,” ujarnya.
Dilain pihak Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono membenarkan, KUR yang disimpan di bank-bank pemerintah agak sulit diakses para pelaku UMKM. “Para pelaku UMKM inginnya kan cepat memperoleh pinjaman, tapi perbankan punya mekanisme yang harus dipenuhi oleh setiap calon peminjam, mungkin yang menyebabkan mereka enggan mengajukan kredit ke perbankan,” terangnya.
Ketika ditanya berapa jumlah UMKM di Kecamatan Kemang, Wahyu mengaku tidak tahu persis, karena sampai sekarang belum ada yang valid. “Ini menjadi tugas kepala desa untuk mendata dan melaporkannya ke kecamatan. Tapi dengan adanya sensus ekonomi diharapkan berapa data UMKM di Kecamatan Kemang akan tervalidasi,” pungkasnya. (zah)