Kabupaten Kekurangan Tenaga Kesehatan

Cibinong – bogoronline.com – Tenaga kesehatan yang bertugas baik di RSUD maupun di Puskesmas yang ada di Kabupaten Bogor, saat ini jumlahnya terus menurun.

Selain banyak yang pensiun, kurangnya jumlah tenaga kesehatan ini, lantaran sudah dua tahun ini Dinas Kesehatan tidak menerima pegawai baru.

“Kami sejak dua kali mengajukan tambahan tenaga kesehatan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN – RB. Tapi selalu ditolak” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Erwin Suriana, Jum’at (17/06).

Erwin mengatakan, total tenaga kesehatan yang dibutuhkan adalah 1019 petugas yang terdiri dari asisten apoteker, apoteker, perawat, analis lab, dokter umum, dokter mata.

Karena ditolak, sementara kebutuhan tenaga bidan dan dokter mendesak, akhirnya Dinas Kesehatan dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bogor dengan dasar Peraturan Bupati mengangkat sejumlah pegawai tidak tetap (PTT).

“Baru bulan lalu kami merekrut 60 bidan, 5 dokter gigi dan 9 dokter umum. Namun dari sekian yang diterima, ada saja yang mengundurkan diri karena tempat tugasnya di pinggiran kota .Hal ini tentu berbeda apabila status mereka adalah PNS,” tegasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi membenarkan kebutuhan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat luas. “Jumlah tenaga kesehatan sangat banyak dibutuhkan oleh masyarakat, padahal gedung Puskesmas Poned sudah dibangun,” katanya.

Ade berharap  KemenPAN – RB menerima usulan penambahan pegawai baru yang diajukan Dinas Kesehatan “Kami minta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddi Chrisnandi bijak dan tidak menerapkan morotarium bagi tenaga kesehatan,”pintanya. (zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.