Lagi-Lagi Ribuan Telur Busuk Beredar Di Kota Bogor

Kota Bogor- bogoronline.com

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, kembali melakukan penyitaan dan mengamankan sebanyak 9400 telur rebus tidak layak untuk di konsumsi (Busuk) dari dua lokasi berbeda, yaitu dari kawasan Pasar Bogor Jalan Suryakencana dan dari kawasan Pasar Anyar, Jalan MA Salmun. Total telur busuk yang diamankan di kantor Disperindag sebanyak 12.400 butir, karena di hari sebelumnya, petugas Disperindag berhasil mengamankan sebanyak 3000 telur busuk dari kawasan Jalan Lawang Saketeng.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bogor, Mangahit Sinaga mengungkapkan, saat dilakukan investigasi dan pengawasan disejumlah pasar, yang merupakan kegiatan rutin selama bulan ramadhan ini, petugas menemukan ada pengiriman telur rebus tidak layak konsumsi (busuk) di dua pasar di Kota Bogor. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, akhirnya semua telur busuk tersebut kita amankan.

“Semalam kita dapatkan sekitar 9400 telur busuk, jadi jika ditotalkan dengan yang hasil kemarin menjadi 12400 butir telur busuk. Kita sudah melakukan pemeriksaan dan menanyai pihak yang membawa telur itu, informasi yang didapat bahwa telur itu berasal dari pemasok pabrik atau peternakan ayam di kawasan Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor,” ungkapnya, Kamis (9/6/16).

Pihak Disperindag Kota Bogor pun sudah berkomunikasi dan bekerjasama dengan Disperindag Kabupaten Bogor untuk mendampingi melakukan peninjauan ke peternakan di kawasan Caringin tersebut.

“Kita akan lihat ke lokasi peternakan ayam yang ada di Kabupaten Bogor nanti,” lanjutnya.

Menurutnya, telur rebus busuk itu merupakan makanan tidak layak konsumsi, dan biasanya telur telur busuk itu digunakan untuk pakan ikan lele maupun pakan ikan lainnya, tetapi oleh sejumlah oknum disalahgunakan dengan dijual secara umum dan dikonsumsi oleh masyarakat. Dampak dari telur rebus busuk itu adalah akan menimbulkan sejumlah penyakit, karena didalam telur mengandung bakteri yang akan berdampak ketubuh manusia seperti kulit gatal, demam, sakit kepala, mual muntah bahkan dalam waktu lama menyebabkan kanker usus.

“Telur rebus busuk itu selama ini biasanya digunakan untuk bahan pembuatan bakso telur, siomay, isi cumi-cumi, isi usu maupun digunakan oleh warteg-warteg. Kegiatan penjualan telur rebus busuk ini juga bisa dikenai pidana, yaitu Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda Rp2 milyar rupiah,” tegasnya.

Selain mengamankan telur rebus busuk, pihak Disperindag juga mengamankan sejumlah makanan dari pasar-pasar tradisional, yang diduga makanan tersebut mengandung zat berbahaya formalin maupun zat pewarna berbahaya lainnya. Sejumlah makanan yang diambil sampel dan sedang dilakukan uji laboratorium adalah, tahu dan mie glosor.

“Kita curiga dengan mie glosor yang dipasok dari Sukabumi itu, karena ketika di tekan-tekan, mie glosor tersebut tidak hancur. Kita menduga bahwa mie glosor itu menggunakan formalin, dan sekarang sedang diperiksa di lab. Sedangkan kalau tahu sudah diketahui bahwa menggunakan zat pewarna berbahaya. Sampel itu kita dapatkan di pasar Bogor dan pasar Anyar, jadi kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati hati dan waspada,” pungkasnya.(rul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.