PGH Parungpanjang Siap Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Parungpanjang,bogoronline.com – Asosiasi Guru Tenaga Kependidikan Honorer , Pengurus Guru Honorer (PGH) Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor akhirnya terbentuk. Pengurus asosiasi ini dikukuhkan Ketua sidang 1 (satu), Hendi suhendi,

di Gedung Dinas Pendidikan UPT Kecamatan Parungpanjang, Sabtu (30/7). Puluhan guru tenaga honorer se-Kecamatan Parungpanjang, hadir pada acara tersebut.

puluhan guru honor menghadiri acara pembentukan organisasi PGH Kecamatan Parungpanjang (foto. mulyana)

puluhan guru honor menghadiri acara pembentukan organisasi PGH Kecamatan Parungpanjang (foto. mulyana)

Ketua PGH terpilih, Dede Iskandar menuturkan, guru honorer yang ada saat ini cukup banyak. Keberadaan dan peranannya, kata Dede, tidak ada perbedaan dengan guru PNS. ” guru honorer dan PNS tentu punya peranan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Letak perbedaan tentu hanya pada perlakuan kesejahteraan,”ujarnya

Dede menyebutkan, menjadi tenaga honorer perlu bersabar dan ikhlas lantaran tunjangan yang diterima sangat pas-pasan, bahkan masih dirasa kurang dari keperluan kehidupan. ‘’Kesejahteraan para guru honorer ini juga harus diperjuangkan,” terangnya.

Dede juga berharap  nasib guru honorer bisa lebih baik. PGH, kata dia, tentu akan terus menyuarakan agar pemerintah daerah memperjuangkan dan mengayomi tenaga honorer supaya
tidak mengalami keterpurukan. ” melalui asosiasi ini akan menjadi wadah untuk kami menyampaikan segala keinginan dan harapan kepada pemerintah ke depan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibhawa mengatakan, sangat mengapresiasi keberadaan pengurus guru honor (PGH) tersebut. Ia menyampaikan sudah saatnya ada lembaga yang mengayomi keberadaan tenaga guru honorer. “Dengan adanya lembaga ini pembinaan dan sebagainya akan lebih cepat. Ini juga akan membuka kran komunikasi, jika ada keluhan, ide, gagasan kepada pemerintah bisa langsung tersampaikan dengan mudah,” kata dka

Menurutnya Egi, anggaran untuk gaji guru harus dinaikan menjadi 45% sehingga yang nantinya kepala sekolah negri pun dengan mudah untuk menganggarkan gaji guru honor tersebut.

“Selama ini kan susah untuk menganggarkan, kata dia, honor para guru hanya 15%, untuk kenaikan anggaran tersebut, ini masih dalam proses.akan tetapi kita upayakan secepatnya” tandasnya.(mul).