Sengeketa Lahan Sentul City, PN Cibinong Gelar Sidang Lapangan

Babakan Madang- bogoronline.com -Pengadilan Negeri (PN) Cibinong kembali menggelar sidang lapangan atas sengketa lahan di RT 3 RW 1 Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Jum’at (22/7), dengan dipimpin oleh ketua majelis hakim Bambang Setiawan. Turut dalam tergugat dalam perkara sengketa lahan tersebut Sentul City.

“Melalui sidang lapangan ini dengan tujuan yaitu memastikan secara langsung tanah yang sedang sengketa antara penggugat dan tergugat dan dalam proses persidangan,” kata Bambang Setiawan dilokasi sidang lapangan.

Setelah sebelumnya digugat oleh warga Desa Karang Tengah, Sentul City kembali digugat warga yang merasa dirugikan atas klaim yang dilayangkan oleh Sentul City. Dalam sidang lapangan kali ini, pihak Sentul City menghadirkan seorang warga yang sebelumnya tidak pernah dihadirkan dalam persidangan di PN Cibinong.

Kuasa hukum penggugat, Jhon P Simanjuntak mengatakan, kliennya melakukan gugatan karena tanahnya dimasukkan dalam SHGB no 15 oleh pihak PT.Fajar Marga Permai yang kini berubah menjadi PT.Sentul City. Riwayat tanah kliennya ini, kata Jhon, belum pernah dialihkan atau dipindahtangankan terhadap siapapun termasuk kepada PT. Sentul City kecuali kepada para penggugat.

Jhon P Simanjuntak menjelaskan, kliennya pada tahun 2012 yang lalu membeli tanah dari H.Nurdin, sebelum melakukan jual beli terlebih dahulu dilengkapi surat keterangan tidak sengketa dan surat keterangan riwayat tanah yang dibuat oleh kantor kepala desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.

“Berdasarkan riwayat tanah dimaksud yang dijual oleh H.Nurdin kepada klien saya, belum pernah dialihkan atau dipindah tangankan kepada siapapun atau pihak lain terkecuali kepada para penggugat, tapi masuk dalam SHGB nomor 12 atas nama PT.Fajar Marga Permai atau kini menjadi PT.Sentul City, makanya kami layangkan gugatan ke PN Cibinong,” ujar Jhon kepada bogoronline.com.

Ia menambahkan, Sentul City pernah melakukan pengukuran untuk mengetahui batas-batas tanah milik masyarakat dan luas tanah yang berada di blok objek sengketa.

“Saksi dalam persidangan mengakui bahwa sudah melakukan pengukuran untuk mengetahui luasnya meski belum dilakukan pembebasan lahan oleh Sentul City,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, proses pembuatan SHGB di BPN itu juga janggal, dan itu diungkapkan saksi dalam persidangan sebelumnya di PN Cibinong.

“Bukan BPN yang melakukan pengkuran langsung objek lahan melainkan hanya menerima hasil dari Sentul City. Makanya lahan yang disengketakan ini masuk dalam SHGB no 15 itu,” terangnya.

Dalam sidang lapangan yang digelar pagi menjelang siang tersebut pihak Sentul City sempat mengklaim bahwa objek yang bersengketa bukan di RT 1 RW 3, namun berada di objek lain yakni dekat Gedung Rehabilitasi Narkoba.

“Itu upaya Sentul City untuk mengecoh. Untungnya Majelis Hakim bijak, karena memang kami menggugat atas lahan ini atas silsilah dari desa,” imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum Sentul City yang mengikuti sidang lapangan, enggan berkomentar banyak terkait gugatan tersebut.

“Nanti saya koordinasi dulu sama manajemen Sentul City,” kata kuasa hukum Sentul City yang enggan menyebutkan namanya.

Dalam sidang selanjutnya, Majelis Hakim memberikan kesempatan sekali lagi kepada para tergugat dan penggugat untuk menghadirkan saksi-saksi dan bukti-bukti tambahan sebelum dilanjutkannya sidang tahap kesimpulan dan putusan. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.