Kades Bantarsari Hadiahi Warganya Umroh dan Beasiswa Jika Hafal 30 Juz Diganjar

Rancabungur – Kebiasaan membaca ayat-ayat suci Al – Qur’an yang dilakukan warga desa di kala hari jelang malam, kini sulit dijumpai.

Parahnya lagi, kondisi tersebut tak hanya di perkotaan saja, tapi sudah merambah ke perkampungan di wilayah pedesaan.

Hilangnya kebiasaan membaca Al – Qur’an membuat sejumlah pihak prihatin, bahkan MUI dan Kementerian Agama, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu meluncurkan sebuah gerakan agara warga mau membaca Al – Qur’an usai shalat magrib, namun sayangnya gerakan itu, kini nyaris tak terdengar lagi gaungnya.

Berangkat dari fakta tersebut, Lukmanul Hakim, kepala Desa Bantasari, Kecamatan Rancabungur, mengajak warganya, agar membiasakan lagi membaca Al – Qur’an usai shalat magrib.
Tak hanya itu, untuk menggiatkan warganya, Lukman akan memberikan hadiah umroh dan beasiswa hingga kejenjang pendidikan strata III atau program doctoral, bagi warganya yang mampu menghafal 30 ayat-ayat Al – Qur’an.

Hadiah umroh dan beasiswa itu diungkapkan langsung Lukman, dihadapan sekitar 3.500 warga, yang memadati lapangan desa, untuk mengikuti jalan santai, untuk menutup rangkaian peringatan hari kemerdekaan RI ke – 71 dan hari jadi Desa Bantarsari ke – 31.

“Hadiah umroh dan beasiswa itu, untuk penyemangat saja, intinya kami ingin dengan ada hadiah itu, warga khususnya anak-anak muda, tak melulu memainkan handphone atau nonton televisi, tapi meluangkan waktu dari 24 jam, untuk membaca Al – Qur’an,” kata Lukman. Minggu (28/08).

Gerakan membaca Al – Qur’an mendapatkan tanggapan positif dari warga, salah satunya Sahroji. “Jujur saja, kami juga sedih, ketika banyak anak-anak yang tak lagi mau belajar membaca Al- Qur’an. Gerakan yang diutarakan Pak Lukman itu harus didukung, sebab belajar dan membaca Al – Qur’an itu wajib bagi seorang muslim,” ujarnya.

Sahroji mengungkapkan, selama dipimpin Lukmanul Hakim, warga desa makin bersemangat membangun desanya. “Pak Lukman itu memiliki kepedulian membangun tanah kelahirannya. Lambat namun pasti, berkat tangan dinginnya, hasil pembagunan di Bantarsari mulai terlihat,” ungkapnya.

Bahkan kata Sahroji, kepala desanya juga tak sungkan memberikan penghargaan kepada warganya, yang dinilai memiliki prestasi. “Ini yang membuat kami merasa dihargai, ternyata Pak Lukman itu tak lupa terhadap akarnya,” katanya.

Lukman mengatakan, penghargaan yang diberikan pemerintah desa kepada warganya, sebagai bentuk apresiasi, karena mereka banyak membantu pemerintah desa melaksanakan pembangunan. “Tanpa mereka, pemerintah desa tak akan bisa membangun. Jadi peringatan HUT Desa Bantarsari ke – 31 ini, ajang untuk mengajak semua warga bergembira,” pungkasnya. (Iwan S. Pamungkas/Zah)