Imbas dari Pertumbuhan Ekonomi Melambat Investasi di Bumi Tegar Beriman Capai Rp 6,7 T

 

Cibinong – Lambannya pertumbuhan ekonomi menyebabkan nilai investasi yang masuk ke Bumi Tegar Beriman, hingga Agustus lalu baru mencapai Rp 6,7 triliun. Meski melampaui target yang ditetapkan, namun angka tersebut jauh dari perkiraan.

“Awalnya kita memprediksi, nilai investasi yang masuk bisa mencapai nilai diatas Rp 10 triliun, karena dari pada triwulan pertama dan kedua, investor yang masuk ke Kabupaten Bogor, untuk menanamkan modalnya cukup banyak, namun memasuki triwulan ketiga stag atau melambat,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Yani Hasan, Senin (26/09).

Yani mengatakan, penyebab mandegnya nilai investasi itu, lantaran pertumbuhan ekonomi melambat, saat memasuki triwulan ketiga tahun 2016 ini. Kondisi seperti ini, kata mantan kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemukinan, tak hanya menimpa Kabupaten Bogor saja, tapi hampir merata diseluruh daerah. “Dibandingkan daerah lain di kawasan Bodetabek, mungkin invetasi yang masuk ke Kabupaten Bogor lebih besar, dan ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Saat ditanya investasi apa yang paling dominan, Yani menjelaskan, mayoritas bergerak disektor properti, seperti pembangunan apartemen dan hotel. “Kita sih inginnya, sektor industri pada karya atau manufaktur masuk, karena dalam setiap kesempatan ada pameran, kepada investor kita selalu menawarkan berbagai kemudahan yang akan didapatkan pengusaha, bila mereka mau berinvestasi di Kabupaten Bogor, satu diantaranya soal perizinan,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Yuyud Wahyudin, kendati mengapresianya kinerja BPMPTSP yang berhasil menarik investor, agar mau menanamkan modalnya di Kabupaten Bogor, namun politisi PPP itu menyayangkan, mayoritas investasi itu sifatnya padat modal, yang tidak terlalu berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja. “Kalau sektor properti itu kan padat modal, yang sedikit menyerap tenaga kerja. Padahal yang dibutuhkan Kabupaten Bogor, saat ini munculnya industri-industri baru, yang bisa menekan tingginya angka pengangguran terbuka,” katanya.

Karena menurut Yuyud, angka pengangguran terbuka yang tinggi, sampai saat ini merupakan salah satu persoalan serius yang belum bisa tertangani Pemerintah Kabupaten Bogor. “Industri yang saat ini ada di Kabupaten Bogor, jumlahnya tak sebanding dengan tingginya angka pencari kerja. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintahan Bupati Nurhayanti, beserta jajarannnya,” pungkasnya. (Zahra)