Walikota Bogor Bawa Obor Api PON XXI 2016

Kota Bogor – bogorOnline.com

Setelah Kota Bogor terpilih sebagai salah satu tempat bersemayamnya obor dalam Kirab Api Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX-2016. Obor Api PON selanjutnya dibawa oleh Walikota Bogor Bima Arya menuju Halaman Botani Square, dan diserahkan kepada pelari berikutnya untuk dibawa ke Kabupaten Sukabumi.

Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Bogor Jana Sugiana menjelaskan, kegiatan diawali dengan Upacara Pelepasan Kirab Api PON di Plaza Balaikota Bogor, yang dilaksanakan di Plaza Balaikota Bogor, Jalan IR Juanda 10 Bogor.

“Kirab Api PON akan berlangsung dengan rombongan pelari Walikota Bogor, satu atlet berprestasi dan 10 orang pelari pendamping dari Yonif 315 dengan menempuh rute Plaza Balaikota Jalan Ir.H.Juanda – Jalan Jalak Harupat – Jalan Raya Pajajaran dan Finish di Halaman Botani Square dan selanjutnya diserahkan ke pada PB PON utk dibawa ke Kabupaten Sukabumi,” jelas Jana, Selasa (14/9/16).

Jana menambahkan, pada kesempatan ini, atlet berprestasi yang akan mendampingi Walikota Bogor adalah Utar Sutarsih.

“Utar dikenal sebagai atlet dari cabang atletik, dengan segudang prestasi,” tandasnya

Berikut ini daftar prestasi Utar:

1. Piagam Penghargaan sebagai Pelatih Atletik berprestasi 2010

2. Piagam penghargaan Indonesia Open Master Athletics Championships Yogyakarta Indonesia 2012. Meraih juara 2 apda lomba lari 100 m dan 200 m

3. Piagam penghargaan sebagai pelatih atletik berprestasi cabang olahraga atletik dalam rangka HAORNAS ke-30 tk. Kota Bogor 2013

4. Meraih penghargaan medali emas pada lari 100m, 200m, dan 4x100m pada kejuaraan nasional atletik master Indonesia IV di Pontianak Kalimantan Barat 2013

5. Meraih penghargaan medali emas pada lari 100m dan 200m pada kejuaraan JOMAC, Jakarta 2014

6. Meraih penghargaan medali emas pada lari 100m, medali perak pada 200m, dan 4x10m pada kejuaraan SMAC, Salatiga 2014

7. Meraih penghargaan medali perunggu pada lari 100m dan medali emas pada nomor 200m di kejuaraan nasional Atletik Master Indonesia, St. Sriwedari, Solo, 2015.(bunai)