Diduga Bermasalah, Proyek Irigasi Kedoya Diproses PPK dan PPTK

Cibinong-bogoronline.com -Sejumlah dugaan pelanggaran yang terjadi di proyek pembangunan peningkatan jaringan irigasi, daerah irigasi Kedoya Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, kini tengah ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pembangunan dan Rehabilitasi (Bangreh) pada Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor Adji Sukmadjaja. “UPT (Unit Pelaksana Teknis-red) sudah melaporkan dan sedang diproses oleh PPK dan PPTK,” kata Adji, kemarin.

Namun demikian, Adji belum dapat menyebutkan hasil laporan yang disampaikan oleh UPT Pengairan wilayah IV Ciawi tersebut. “Hasilnya belum diketahui, nanti kalau sudah ada dikabari,” imbuh Adji.

Sementara itu, Kepala UPT Pengairan Wilayah IV Ciawi Eka Sukasna ketika hendak dikonfirmasi sedang tidak ada dikantornya, dan sambungan teleponnya pun tidak terjawab. Begitu halnya Candra Trikaya selaku PPK, pesan singkat yang dikirimkannya pun tak dibalas.

Proyek senilai Rp.1.046.418.000 ini digarap oleh CV.Narotama selaku penyedia jasa dan PT.Anggelia Oerip Mandiri selaku konsultan pengawas. Diduga, proyek yang terletak di aliran sungai Ciapus yang menjadi pembatas antara Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Tamansari ini, terdapat titik yang tidak sesuai dengan gambar perencanaan awal.

Sementara itu, pelaksana dari CV Narotama, Didin ketika ditemui mengatakan, bahwa terkait salah satu item yang sempat dipersoalkan oleh UPT Pengairan Ciawi merupakan kesalahpahaman.

“Beberapa waktu lalu UPT sempat melayangkan surat teguran, karena menurutnya ada ketidaksesuaian antara gambar perencanaan dengan kondisi bangunan, dan itu merupakan kesalahpahaman saja. Karena memang itu belum dibangun dan baru bagian depannya saja,” kata Didin, Senin (03/10).

Menurutnya, bangunan yang baru mencapai 70 persen itu memiliki dokumen-dokumen dalam proses pengerjaannya. “Setiap kami akan melakukan pengecoran, kami selalu mengundang untuk pendampingan dari dinas, selain juga ada konsultan pengawas dan juru pengairan,” tukasnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.