Pak Gubernur, Guru Honorer SMA Nasibnya Bagaimana?

BogorOnline.com, CIBINONG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengambil alih administrasi 1.115 tenaga pengajar PNS SMA/SMK dari Kabupaten Bogor. Namun, pemprov seperti melupakan nasib guru-guru honorer yang mencapai 2.676 orang dan terancam menjadi pengangguran.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam mengungkapkan, Kabupaten Bogor memiliki 14 ribu tenaga pengajar honorer, mulai SD, SMP hingga SMA/SMK.

“Pemerintah Provinsi Jabar baru menyelesaikan yang PNS. Entah itu guru, staf TU atau yang lainnya. Tapi honorer ini bagaimana nasibnya,” tegasnya saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong, Selasa (4/10).

Aturan pengambilalihan kewenangan SMA/SMK telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dan berlaku efektif mulai 2017 mendatang.

Luthfie pun meminta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan juga mengakomodir tenaga-tenaga honorer agar mendapat kesejahteraan lebih atau setidaknya tidak terlalu jomplang dengan PNS.

“Sekitar 65 persen sekolah di Kabupaten Bogor diisi tenaga honorer. Bayarannya, paling top itu Rp 500-Rp 600 ribu sebulan. Itu pun baru 9.000 ribu dari 14 ribu honorer,” tukasnya.

Sementara Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Whibawa mengaku bakal menemui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat atau menyampaikan pada DPRD Provinsi Jabar.

“Insha Allah pekan depan kita temui Disdik Jabar atau DPRD Provinsi Jabar. Bagaimanapun, ujung tombak pendidikan ada di tenaga honorer. Jadi harus di pikirkan juga kesejahteraannya,” kata politisi PDI Perjuangan itu. (Cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0