Diduga Salahi Prosedur, Seorang Bidan Operasi Pasiennya Hingga “Merusak” Alat Vitalnya

Bogor- bogorOnline.com-Seorang bidan diduga menyalahi prosedur dalam menangani pasien yang melahirkan di klinik tempatnya praktik, karena atas tindakannya tersebut kini pasien berinisial FY (26) harus terbaring di ruang Flamboyan Rumah Sakit PMI Kota Bogor.

FY ketika ditemui di RS PMI tersebut menuturkan, bahwa kejadian “Operasi” yang dilakukan oleh bidan Maria Mahodim itu terjadi pada Kamis (24/11) kemarin. “Niat saya hanya periksa saja, ini tanpa ada persetujuan langsung melakukan tindakan sehingga kemaluan saya di sobek dan mengalami pendarahan,” tutur FY, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa kejadian yang menimpa dirinya bermula saat melahirkan putri pertamanya di klinik milik Maria Mahodim di jalan raya Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor dua tahun lalu. Selepas melahirkan, FY mengaku jika alat kemaluannya dijahit hingga rapat. “Saya sampai tidak bisa berhubungan suami istri,” jelasnya.

FY menambahkan, setelah selang beberapa bulan dari persalinannya tersebut, dirinya sempat periksa ke bidan yang sama karena selalu merasa kesakitan. “Tidak apa-apa kok,” imbuh FY menirukan perkataan bidan Maria.

Sampai akhirnya, FY berinisiatif untuk memeriksa keluhannya tersebut ke salah satu dokter. “Kata dokter juga harus dioperasi, karena biayanya mahal saya menunda. Tapi saya kembali ke bidan Maria untuk kembali diperiksa. Tapi bukan hanya diperiksa, bidan Maria langsung melakukan tindakan dengan bantuan sejumlah asistennya tanpa persetujuannya. Dan akhirnya saya ke RS PMI karena pendarahannya terlalu parah,” tukasnya.

Sementara itu, bidan Maria Mahodim ketika dikonfirmasi enggan berkomentar banyak, menurutnya, dirinya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan karena seorang Bidan berlindung di bawah organisasi Ikatan Bidan Indonesia IBI cabang Bogor.

“Saya tidak bisa memberikan informasi kepada bapak tanpa ada yang mendampingi dari organisasi IBI karena saya berada didalam organisasi tersebut,” kata Maria Mahodim melalui pesan singkatnya. (di)

Comments