Dinsosnakertrans Sisir ODGJ Jonggol

 

bogorOnline.com, Jonggol-Banyaknya keluhan masyarakat akan tingginya populasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran bebas di jalanan, membuat Pemerintah Kecamatan Jonggol mengambil inisiatif.

Langkah awal yang ditempuh pemerintah Kecamatan Jonggol, mendata pasien ODGJ dengan merangkul pekerja sosial dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor yakni Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM).

Sehingga, tidak menunggu waktu lama, 3 pasien ODGJ dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi. Ketiga pasien itu yakni, Oyo dan Yayah, warga Kampung Garung Desa Singajaya, Jonggol, serta Jaenab warga Kampung Pojok Salak, Desa Jonggol.

Camat Jonggol Beben Suhendar SH. MM mengaku kaget atas temuan IPSM. Pasalnya, hasil temuan sementara, dalam melakukan pendataan dari 14 desa, baru 6 desa yang didata, sudah ditemukan 64 pasien ODGJ.

“Saya kaget mendengar data IPSM karena baru mendata enam desa, sudah menemukan enam puluh empat warga yang tergolong pasien ODGJ. Tiga sudah kami kirim ke RS Marzuki Mahdi untuk dilakukan tindakan medis,” kata Camat Jonggol Beben Suhendar didampingi Kepala Desa Singajaya, Neneng Ahmad Fauzi kepada bogorOnline.com, Jumat (25/11).

Lanjut dia, dengan tingginya angka tersebut, pihaknya akan lebih intensif melakukan penanganan terhadap penderita ODGJ. Karena itu, ia menginagatkan kepada seluruh warga Jonggol agar tidak melakukan pemasungan bila ada keluarganya yang tergolong ODGJ.

“Ini harus kita tangani serius. Jangan sampai ada warga yang memasung keluarganya karena tidak tertangani sehingga menjadi aib dan malu. Saya mengajak seluruh warga untuk upaya bersama mengobati agar mereka sehat seperti sediakala,” jelas Beben.

Sementara IPSM mengatakan, akan terus melakukan pendataan di wilayah Jonggol sesuai arahan Camat. “Saya dan teman-teman dari IPSM akan terus melakukan pendataan di wilayah jonggol,” tandas koordinator IPSM Endang. (Yusuf)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.