Pelaku UMKM Ciseeng Diabaikan

BogorOnline.com, CISEENG- Kendati pemerintah kerap menggembar gemborkan, bila pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan penopang perekonomian negara, bahkan saat krisis ekonomi 1998 silam, pelaku UMKM mampu bertahan dari kebankrutan, dibandingkan pelaku usaha besar berbentuk korporasi.

Namun ironisnya, keberadaan pelaku UMKM ini di sejumlah daerah, acapkali diabaikan, semisal di Kecamatan Ciseeng. Di wilayah pimpinan Edi Muslihat ini banyak pelaku UMKM ngos-ngosan, lantaran kesulitan mengembangkan usahanya, akibat tak memiliki modal.

“Di Kecamatan Ciseeng, khususnya di Desa Cibeuteung Muara, ada ratusan pelaku UMKM, tapi usahanya tak berkembang, akibat sulitnya mengakses permodalan,”  kata Kepala Desa Cibeuteung Muara Suryadih, Jumat (11/11)

Suryadih mengatakan, para pelaku UMKM sempat gembira, ketika mendengar pemerintah menerbitkan bantuan kredit lunak tanpa agunan dengan bunga rendah. Namun sayangnya, dalam praktiknya kredit tersebut sulit diakses UMKM. “Kebanyakan UMKM akhirnya mereka mencari alternative pembiayaan dengan minjam kepada rentenir atau lintah darat, kendati dengan bunga tinggi,” ungkapnya.

Perajian perabot rumah tangga berbahan anyaman bambu dan  serabut kelapa Iroh. membenarkan, sulitnya mendapatkan modal, untuk mengembangkan usahanya. “Kalau ada bantuan modal, mungkin usaha saya akan berkembang dan ekonomi keluarga meningkat,” ujar wanita paruh baya itu.

Akibatnya kata Iroh, usaha yang digelutinya ini cukup buat makan sehari-hari saja. “Saya memimpikan, suatu saat nanti usaha ini berkembang dan menjadi penggerak roda perekonomian Desa Cibeuteng Muara,” pungkasnya. (Zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.