Perda KTR Telah Diberlakukan, Kecamatan Cibinong Masih Keluarkan Izin Reklame Rokok

Cibinong-bogorOnline.com-Meski Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) telah disahkan dan sejumlah instansi terkait gencar mensosialisasikannya, Kecamatan Cibinong malah masih mengeluarkan izin Reklame produk rokok.

Terlihat, umbul-umbul produk rokok tersebut masih terpampang di sepanjang Jalan Raya Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Hal ini juga menunjukkan bahwa konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan Perda KTR masih dipertanyakan. Pasalnya, pertanggal 7 November 2016, Kecamatan Cibinong masih memberikan izin untuk produk rokok yang menghiasi ruang publik.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno mengatakan, perda KTR ini masih tahap sosialisasi karena memang belum lama disahkan. “Semestinya tahapan sosialisasi Perda KTR ini, kecamatan maupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) tidak lagi memperbolehkan izin untuk produk-produk rokok memasang iklan di Kabupaten Bogor,” kata Wasto melalui sambungan teleponnya, Selasa (8/11).

Ia menambahkan, jika memang masih mengeluarkan izin untuk produk rokok memasang umbul-umbul di sisi jalan utama wilayah Cibinong, pihaknya akan memanggil instansi terkait. “Saya akan panggil pihak kecamatan yang mengeluarkan izin itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Dal Ops Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, pihaknya belum dapat berbuat banyak terkait adanya spanduk, umbul-umbul maupun iklan promosi produk rokok dalam bentuk apapun yang masih menghiasi ruang publik di Bumi Tegar Beriman ini.

“Perda ini masih dalam sosialisasi di setiap instansi pemerintahan daerah, sarana pendidikan dan kesehatan. Jadi jika masih ada iklan-iklan produk rokok yang masih berdiri, kami sendiri belum bisa mengambil sikap tegas,” kata Asnan.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya dengan beberapa instansi terkait akan melakukan rapat koordinasi (Rakor) untuk pembahasan perda KTR ini.

“Bukan hanya Satpol PP saja, dalam rapat itu nanti dilibatkan semua kecamatan dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk membicarakan perda KTR serta sanksi yang akan dikenakan jika ada pelanggaran terhadap Perda tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kabupaten Bogor Erwin Suriana menegaskan, dengan mulai disosialisasikan Perda KTR, otomatis seluruh kegiatan dan event yang menggandeng perusahaan rokok dilarang.

“Kami mulai menghentikan segala bentuk perizinan iklan rokok, termasuk iklan pada bilboard yang biasa terpampang di tepi jalan. Termasuk kegiatan-kegiatan atau event yang di sponsori oleh brand rokok,” kata Erwin Suriana beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, bagi perusahaan rokok yang masih memasang iklannya, masih diberikan kelonggaran untuk menyelesaikan kontrak izinnya. “Selesaikan dulu kontraknya, ketika kontrak telah berakhir maka tidak dapat lagi diperpanjang,” pungkasnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.