Polres Bogor Ringkus 23 Pengedar, Pemakai dan Bandar Narkoba

Cibinong-bogorOnline.com-Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Bogor berhasil meringkus 23 tersangka bandar, pengedar dan pemakai dari 17 kasus narkoba pada kurun waktu 3 minggu diwilayah hukum kerjanya.

Diketahui 23 tersangka yang ditangkap Satnarkoba Polres Bogor, dengan barang bukti sebanyak 1157,48 gram Ganja Kering dan 38,98 gram Sabu-Sabu berhasil disita.

Kepala Kepolisian Resor Bogor AKBP Andi Moch Dicky yang didampingi Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Yuni Purwanti Kusuma Dewi serta Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan, bahwa mengungkap kasus tentang tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Bogor ini, selama 3 minggu dari hasil pengembangan.

“Dalam kurun waktu tiga minggu, kita berhasil mengungkap 17 kasus tindak pidana narkotika dengan total tersangka sebanyak 23 Orang. Sebanyak 1157,48 gram Ganja Kering dan 38,98 gram Sabu-Sabu berhasil kita sita,” kata AKBP Diky di Mapolres Bogor di Cibinong, Senin (7/11).

Kapolres menjelaskan, bahwa dari penangkapan 23 tersangka itu, berawal dari tersangka berinisian E warga Kampung Pangkalan RT 002 RW 001. Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Bahakan, dirinya memerintahkan kepada jajaran Satnarkoba untuk mengembangkan kasus narkoba tersebut.

“Dari tersangka E, akhirnya kita kembangkan ketersangka H sebagai bandar sabu dengan barang bukti 7,7 gram sabu. Saat penangkapan petugas sempat terjadi keributan dengan meneriaki maling kepada petugas agar bisa meloloskan diri, namun kita bisa atasi dengan baik. Untuk penangkapan ganja kering ini, berawal dari tersangka B yang berhasil kita kembangkan dalam memberantas narkoba di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa tersangka baik bandar maupun pengedar tersebut, terkena jeratan pasal yang sesuai hukum di kepolisian. “Tersangka baik bandar atau pengedar narkoba ini, akan dijerat pasal 114, 111 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara minimal 8 tahun dan maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup. Tak hannya itu, para tersangka juga terkena denda minimal Rp.1 miliar dan maksimal Rp.1 miliar,” tukasnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.