Pemkab Bogor Hanya Bisa Berharap BUMD Bisa Cepat Untung

CIBINONG- Terkait minimnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), diamini Bupati Bogor, Nurhayanti jika sumbangan dari BUMD hanya 1,7 persen atau Rp 37,5 miliar dari PAD Rp 2,2 triliun.

“Kalai misal PT Sayaga Wisata dengan penyertaan modal Rp 75 miliar, sedang menyiapkan untuk membangun hotel,” kata Nurhayanti, Selasa (20/12).

Meski tidak memberi rincian besaran, Nurhayanti menambahkan, jika PD Pasar Tohaga mulai memberi keuntungan sejak 2015 lalu.

“Alhamdulillah, PD Pasar Tohaga sudah mulai kelihatan kontribusinya sejak 2015 lalu. Dua tahun ini untung. Yang penting, tugas BUMD ini mendorong pasar-pasar yang ada dibawah naungannya jadi contoh,” tukas Nurhayanti.

Sementara untuk PT PPE, dia mengakui jika perusahaan itu yang notabene money oriented itu, belum sama sekali berkontribusi pada PAD. “Kalau PPE belum,” tegasnya.

Namun, dia mengaku tidak bisa memaksa agar para perusahaan pemenang tender proyek di Bumi Tegar Beriman untuk membeli aspal di PPE lewat Peraturan Bupati.

“Nanti disangka malah monopoli. Tinggal bagaimana PPE saja bersaing dengan perusahaan lain untuk menghasilkan keuntungan. Kalau punya kualitas dan harganya bersaing juga pasti akan ada yang beli,” cetus Yanti.

Sementara Direktur Utama PT PPE, Radjab Tampubolon menjelaskan, untuk kuantitas dan kualitas, dia mengklaim aspal produksi PPE bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalau kuantitas, kami bisa produksi tahun 2016 ini sebanyak 42 ribu ton. Tahun 2017, kami target 60 ribu ton,” urainya.

Sementara kualitas, Radjab pun mengklaim sebagian aspal untuk Jalan Tol Jagorawi dibeli dari perusahaan pimpinannya. “Jagorawi pakai kita, Kebun Raya Bogor juga. Nanti kalau jadi Stadion Utama Gelora Bung Karno yang sedang dipersiapkan untuk SEA Games 2018 juga pakai kita,” paparnya. (cex)