Bersama TNI AD, GP Ansor Parungpanjang Kampanyekan Cinta Tanah Air Bagian Dari Iman

 

PARUNGPANJANG– Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Parungpanjang menggelar pengajian dan ber Dzikir bersama prajurit TNI AD Koramil 2119 Parungpanjang Kodim 0621 Kabupaten Bogor. Pengajian berlangsung di aula Koramil.

Ketua PAC GP Ansor Parungpanjang, Ahmad Suaidi mengatakan pengajian Majelis Dzikir & Sholawat Rijalul Ansor diselenggarakan setiap dua minggu sekali. “pengajian ini bertujuan untuk mengajak masyarakat senantiasa berdzikir kepada Allah Swt dan bersholawat kepada Nabi Muhammad Saw sekaligus memberikan pemahaman kepada pemuda serta masyarakat umum tentang ilmu pengetahuan agama Islam yang beraqidah Ahlussunnah Wal jama’ah,” ujarnya kepada Bogoronline.com.

Dikatakannya, pengajian ini bersifat tematik, artinya membahas isu-isu keagamaan yang aktual baik dari ilmu Fiqih, Tauhid, Akhlaq, bahkan ekonomi dan budaya Islam yang semakin berkembang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.

tambah Didi, dengan membahas pengetahuan kekinian dengan rujukan kitab-kitab klasik, diharapkan jamaah pengajian rijalul Ansor dapat input positif bagaimana menyikapi masa kini dengan tetap menjaga Aqidah Ahlussunnah Waljamaah Annahdiyyah dan Keutuhan NKRI serta  menangkal faham-faham Radikalisme, komunisme dan aliran-aliran yang menyimpang. “majlis ta’lim seperti ini juga sangat strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingya menjunjung tinggi kebhinekaan demi terwujudnya masyarakat yang aman dan damai,” paparnya.

Sementara itu, Komandan Rayon Militer Parungpanjang, Kapten Inf Nanang Suryana berpesan, sebagai pewaris para pejuang Ansor harus tegak berdiri membela negara. “pemuda Ansor jangan cengeng karena lahir dari seorang kiyai, yakni KH Abdul wahab yang cinta tanah air dan gagah berani,” katanya.

Ansor sambungnya, mewarisi semangat para ulama NU, yang dimasa perang kemerdekaan memberikan kontribusi yang sangat besar. Bahkan menurut dia, yang memerdekaan negara ini adalah para ulama. Mereka ikut berperang dengan senjata bambu runcing dan ridho dari Allah SWT. “Dalam konteks sekarang para pemuda ansor ini pemuda pembangunan, sekarang perang tidak dengan kontak tembak,  tidak dengan face to face. sekarang ini adalah cyber war, perang melalui ekonomi, perang melalui akhlak, perang melalui adu domba,” ungkapnya.

Nanang menambahkan, pemuda Ansor adalah pemuda yang nasional sekaligus agamis, Ansor mempunyai pedoman Hubulwathon minal iman, mencintai tanah air sebagian daripada iman ini adalah pemuda Ansor, pandangan seperti itu harus dikampanyekan kepada seluruh masyakarat.

“saya harap kegiatan pengajian dan Dzikir ini jangan hanya sampai Koramil, harus bisa ke yang lain, merambah ke Desa-Desa lain se-kecamatan Parungpanjang,” pungkasnya (mul).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.