BPK Audit Kerugian Negara ,Pembangunan Masjid Era Sylviana

bogorOnline.com-
Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan untuk mengaudit kerugian negara dalam proyek pembangunan Masjid Al Fauz di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat tahun anggaran 2010 dan 2011.

Wakil Direktur Tipidkor Bareskrim Polri Komisaris Besar Erwanto Kurniadi mengatakan hasil audit dari BPK ini nantinya akan dicocokan dengan keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa penyelidik terkait dugaan tindak pidana perbuatan korupsi dalam proyek pembangunan Masjid Al Fauz.

“Sedang diaudit bersama BPK. Penyelidik akan segera menyesuaikan dengan fakta-fakta di lapangan, termasuk keterangan saksi untuk menemukan titik terang dari kasus ini,” kata Erwanto saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (12/1/17).

Menurutnya, sejauh ini penyelidik telah memeriksa sekitar 20 saksi. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah yang dulu menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat saat Masjid Al Fauz diresmikan pada 30 Januari 2011.

Penyelidik Dittipidkor Bareskrim Polri mengeluarkan surat perintah penyelidikan atas dugaan tindak pidana perbuatan korupsi dalam proyek pembangunan Masjid Al Fauz di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat tahun anggaran 2010 dan 2011.

Perintah penyelidikan itu tertuang dalam surat bernomor Sprin.Lidik/91/XII/2016/Tipikor tanggal 6 Desember 2016 dan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin.Gas/902.b/XII/2016/Tipikor tanggal 6 Desember 2016.

Pembangunan Masjid Al Fauz dimulai saat kursi Wali Kota Jakarta Pusat tengah dijabat oleh Sylviana Murni. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dari 2008 hingga awal November 2010. Jabatan itu kemudian dilanjutkan oleh Saefullah.

Peletakan batu pertama Masjid Al Fauz dilakukan pada awal Juni 2010, sementara proses pembangunannya rampung pada akhir Desember 2010.

Masjid Al Fauz diresmikan oleh Fauzi Bowo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 30 Januari 2011. Masjid dua lantai itu dibangun menggunakan dana anggaran pendapatan daerah (APBD) 2010 sebesar Rp27 miliar.(rul)

Sumber: m.cnnindonesia.com

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.