Di Kota Bogor WNA Asal China, Jalani Test Urine

Kota Bogor – bogorOnline.com

Sebanyak 12 orang pekerja tambang Warga Negara Asing (WNA) dari negeri Tiongkok China yang dibekuk petugas Imigrasi Bogor dari kawasan Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, saat ini sedang di test urine di kantor Imigrasi kelas 1 Bogor. Test urine dilakukan untuk mengetahui apakah para WNA tersebut menggunakan narkoba atau lainnya selama bekerja di Cigudeg.

Penangkapan terhadap WNA itupun dilakukan karena para pekerja itu tak dapat menun­jukkan dokumen resmi berupa paspor dan izin kerja. Penangkapan itu dilakukan di lokasi tambang milik PT BCMG, Desa Cintamanik, Kampung Cihideung, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.­

Kepala Imigrasi Kelas I Bogor Herman Lukman menjelaskan, beberapa WNA yang dapat menunjukkan identitas res­minya langsung dipulangkan. Namun, paspor milik WNA tersebut terpaksa diamankan untuk didalami lebih lanjut.

“Pihak Imigrasi akan melaku­kan tindakan deportasi bagi yang memiliki paspor. Namun untuk yang tidak memiliki paspor akan dilakukan pemer­iksaan dan membuktikan ke­salahannya. Minimal tipiring akan dijatuhkan jika tidak ada kelengkapan, tapi sebelumnya, mereka harus menjalani tes urine terlebih dahulu, agar kita dapat mengetahui apakah mereka terbebas dari Narkotika atau tidak,” jelas Herman, Rabu (11/1/17).

Saat penangkapan, Her­man mengaku WNA yang ditangkap itu ada di luar lo­kasi tambang. Sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dan WNA yang berusaha kabur. Diperkirakan beberapa WNA yang bekerja sebagai penambang masih ada dalam tambang PT BCMG.

“Saat ditangkap, sebagian lagi isti­rahat. Yang berada di luar galian langsung ditangkap. Masih ada WNA yang ada di tambang, tindakan yang akan dilakukan pihak Imigrasi selanjutnya akan menunggu WNA yang bekerja sebelum mereka turun ke tambang,” ungkapnya.

Herman melanjutkan, paspor yang mereka miliki dimung­kinkan ada pada pihak sponsor yaitu PT BCMG.

“Seharusnya para pekerja tambang yang terdiri dari WNA ini dibekali minimal fotokopi paspor,” pungkasnya.(bunai)

Comments