Lima Tersangka Anak Perusak Markas GMBI Akan Jalani Mediasi

CIBINONG- Polres Bogor menetapkan 12 simpatisan Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka pengrusakan dan pembakaran kantor sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Lima diantara masih dibawah umur dan akan diarahkan menempuh diversi atau tanpa melewati peradilan pidana.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menjelaskan, dalam diversi itu akan dilakukan mediasi antara tersangka dibawah umur dengan pihak korban, dikuatkan dengan surat dari pengadilan.

“Pada intinya, mereka diarahkan kelima orang yang masih dibawah umur ini dipertemukan dengan walinya dan juga korban untuk mediasi,” kata Dicky, Senin (16/1).

Kelima orang itu saat ini masih diperiksa. Untuk penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Nanti akan dibina dulu sebelum dikembalikan ke orang tua masing-masing melalui Balai Pemasyarakatan (Bapas). Diberikan pemahaman terkait budaya kekerasan agar mereka tidak mengulanginya,” tukas Dicky.

Sementara itu, untuk tujuh orang lainnya yang saat ini sudah berstatus tersangka akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka, sambung Kapolres, mereka ini mengaku terbawa emosi sehingga melakukan hal diluar batas kewajaran.

“Tapi saya salut mereka ini berani berbuat juga berani bertanggung jawab. Sehingga ini bisa menjadi pertimbangan penyidik untuk meringankan mereka saat dipersidangan nanti,” pungkasnya. (cex)

Comments