Meski Bahaya, Warga Rumpin dan Ciseeng Masih Andalkan Rakit

 

Bogoronline.com, Rumpin-
di era moderen ini, alat transportasi rakit sepanjang sembilan meter masih menjadi tumpuan warga Kampung Cibodas RT 01/01, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Pasalnya, tidak adanya jembatan penghubung  Kecamatan Rumpin dengan Ciseeng .

Setiap hari puluhan warga menggunakan perakit. Kehawatiran was-was terjatuh ke aliran sungai Cisadane menghantui warga selama perjalanan. ironisnya, kondisi ini dibiarkan terus-menerus oleh Pemerinatah Daerah. Harapan warga untuk memiliki jembatan yang aman untuk dilewati hanya sebatas impian .

Pengguna rakit Mulyadiva (28) mengaku, adanya rakit sangat membantu warga. Kalau tidak ada rakit warga dari dua kecamatan harus memutar arah jembatan Gerendong dengan jarak yang cukup jauh.

“Kalau naik rakit bisa cepat sampai, apalagi ongkosnya tidak di tarif, ” katanya.

Senada, Susi (25) warga Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng. Ia mengatakan, adanya rakit sangat membantu warga. Selama ini akses ini yang terdekat, sehingga banyak di lalui warga dari dua wilayah.

“Seharusnya pemerintah membangunkan Jembatan permanen , setiap harinya warga yang melintas tidak selalu di ganti perasaan was-was terjatuh ke sungai Cisadane,” bebernya .

Sementara itu, Penjaga Rakit Santa (34) menjelaskan, rakit sudah ada sejak zaman Belanda dan merupakan warisan keluarga. Selama ini warga lebih memilih mengunakan rakit karena jarak yang dekat. Rakit mulai beraktifitas pukul 06:00 sampai 18:00 WIB, dalam sehari puluhan warga mengunakan rakit dari mulai anak sekolah, ibu yang kepasar dan warga yang hendak kerja ke wilayah Ciseeng dan Parung.

“Untuk ongkos naik rakit tidak di tarif, mereka bayar seikhlasnya,” ujar Santa Bapak Tiga anak kepada wartawan.

Resiko mengunakan rakit pasti ada, Lanjut Santa, ketika kali Cisadane meluap, rakit tidak beroperasi karna dikhawatirkan warga  terjatuh dari rakit. Biasanya warga memutar arah melalui jembatan Gerendong.

” Bisa membantu warga merupakan kebahagian yang tak terhingga, selama belum ada jembatan beton . Rakit akan terus beroperasi dan jadi tumpuan warga di dua kecamatan,” ujarnya, (mul).

Comments