Miris, Nenek Sopia Dibuang Oleh Anak Asuhnya

CITEUREUP- Peribahasa air susu dibalas tuba, rasanya cocok untuk menggambarkan dengan apa yang dialami oleh Sopiah (62), yang dibuang dan dikucilkan anak asuhnya meski diurusnya sejak balita hingga berkeluarga.

“Sejak kecil saya mengurus AC yang diberikan dari keluarga tak punya, saya besarkan ia dan sampai saya juga yang menikahkan ia dengan AD. Saat mereka butuh modal pun saya beri modal usaha untuk bekal hidup mereka dalam menjalankan usaha sampai puluhan juta rupiah dan juga sepeda motor,” kata Sopiah dengan bahasa Sunda kepada BogorOnline.com, Jumat (6/1).

Tapi apa yang diterima si nenek yang sudah jompo ini, sejak tiga bulan lalu ia dititipkan di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Tegar Beriman, Kabupaten Bogor di Jalan Baru Citeureup, Kampung Kebon Kopi, Kelurahan Puspa Negara, Kecamatan Citeureup, tanpa dijenguk dan saat dipulangkan kembali ditolak pihak keluarga.

“Kalau saya tahu dibawa kesini, saya ga akan mau, ini sama saja saya dibuang, sudah tiga bulan tanpa dijenguk, saya ingin pulang dan ingin kumpul dengan keluarga,” jelasnya.

Meski sudah jompo, ia masih memiliki ingatan yang cukup baik untuk menceritakan apa yang dilakukan anak asuhnya.

“Sejak kematian suami saya, perilaku anak yang diasuh sejak kecil tersebut saya heran, kok tega berbuat seperti ini, padahal semua usaha yang dibangun dari uang saya, tapi ia masih berharap akan kumpul kembali dengan anaknya tersebut neski bukan anak kandung,” tutupnya.

Sementara itu, Tatang Haris Jaenudin Pekerja Sosial BKS Citeureup membenarkan adanya nenek tua yang di tampung di Balai Kesejahteraan Sosial milik kabuaten Bogor tersebut, bahkan pihaknya mengakui kebenaran si nenek yang merasa di buang anak asuhnya tersebut.

“Awalnya nenek ini di tiripkan keluaganya di sini, tapi kini sudah tiga bulan tak kunjung di ambil, bahkan di jenguk pun tak pernah,” katanya.

BKS pernah komunikasi dengan pihak keluarga untuk pemulangan nenek Sopiah. “Namun ditolaknya begitu juga saat menghubungi anak kandungnya dengan nada sama mereka menolaknya,” jelasnya.

Pihaknya berharap kembali pada keluarga adalah jalan terbaik bagi kehidupan seseorang menjelang hari tua.

“Kumpul dengan keluarga adalah tempat terbaik bagi orang tua dalam mengisi hari tua, dan itu yang nenek Sopiah inginkan, ya minimalnya di jenguk seminggu sekali untuk mengisi kerinduanya, tidak dibuang seperti ini,” tukasnya. (ed)

Comments