Pemkot Bogor Siap Kewalahan Kejar Pendapatan

BOGOR- Pemerintah Kota Bogor menargetkan pendapatan daerah dalam APBD 2017 sebesar Rp 2,081 triliun. Dari jumlah itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditarget sebesar Rp 728,66 miliar. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor pun harus bekerja ekstra keras untuk mencapai target tersebut.

Kabid Penetapan dan Pendataan pada Bapenda Kota Bogor, Lia Kania Dewi menjelaskan, pendapatan daerah terdiri dari Dana Perimbangan Rp 1,148 triliun dan Pendapatan Lain-lain yang sah Rp 204,23 miliar.

“Kalau komponen PAD, terdiri dari pajak daerah Rp 728,66 miliar, retribusi daerah Rp 42,77 miliar dari parki, perizinan, jasa usaha, retribusi IMB. Cukup berat targetnya, tapi kami akan coba kejar,” kata Lia, Selasa (24/1).

Mau tidak mau Bapenda harus mencapai target itu, karena sudah tertuang dalam Perda Nomor 1 Tahun 2017 Tentang APBD Tahun Anggaran 2017, yang disahkan 9 Januari silam.

Sementara itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah dari bagi hasil, dipisahkan, bersumber dari BUMD seperti Bank Jabar Banten (BJB), PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), PDAM Tirta Kahuripan dan BPR Bank Pasar Kota Bogor dengan total Rp 32,31 miliar. Belum termasuk dari RSUD Kota Bogor Rp 99 miliar.

Bapenda pun ditarget memperoleh BPHTB Rp 126 miliar dan PBB Rp 109,5 miliar. “Target ada di APBD murni, tapi dalam perjalanan akan dievaluasi per bulan dan untuk direkap untuk diubah atau masuk APBD Perubahan,” katanya.

“Mudah-mudahan, kondisi ekonomi Indonesia membaik, kalau ekonominya memburuk akan menurun capaian dari target. Kenaikan untuk pajak Rp 22,1 miliar atau sektor pajak meningkat targetnya sekitar 4,7%,” tukasnya. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.