Petani Ikan Tuding Pemkab Bogor Hanya Pro Pengusaha

CIBINONG- Eksekutif dan Legislatif di Kabupaten Bogor dituding hanya obral janji dan lebih pro pada pengusaha yang merusak lingkungan dan mematikan usaha milik rakyat biasa.

Kali ini, Paguyuban Petani Ikan Kecamatan Pamijahan yang harus merugi hingga Rp 5,6 miliar akibat adanya pembangunan Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLMH) yang dikerjakan PT Jaya Dinamika Gioenergi.

Pasalnya, bangunan fisik di Kampung Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan itu longsor hingga material bangunan menyumbat Sungai Cianten pada 22 November 2015 silam.

Padahal, sungai itu digunakan petani untuk membudidayakan ikan air deras itu kini tidak berfungsi karena, material galian waterway kerap dibuang ke sungai itu hingga dipenuhi lumpur kala turun hujan.

Gery Permana, Koordinator Lapangan I saat Paguyuban Petani Ikan Pamijahan mendatangi komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, mengungkapkan Pemkab Bogor segera menindaklanjuti tiga poin yang telah disepakati antara paguyuban dengan pemerintah daerah.

“Pertama kami minta ganti rugi terkait kematian ikan akibat longsor pada 22 November 2015. Kedua, meminta kompensasi yang telah disepakati bersama tertanggal 17 Februari 2011 yakni Rp 2,5 juta per tahun bagi kolam non produktif dan Rp juta per tahun bagi kolam produktif,” kata Gery, Kamis (5/1).

Tuntutan ketiga yakni meminta Komisi I dan III DPRD Kabupaten Bogor mengesahkan rapat khusus untuk membuat rekomendasi yang pernah dijanjikan.

“Kerugian material petani Rp 5,6 miliar. Nah kalau kerugian imaterial Rp 15 juta per hari bagi 53 petani,” tukas Gery. (cex)

Comments