Polresta Bogor Kota Ungkap Kasus, Kisah Asmara Terlarang Berujung Maut

Kota Bogor – bogorOnline.com

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota melalui Tim Alfa Force (TAF) berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang telah terjadi beberapa bulan lalu. Satu diantara Empat pelaku yang bernama Uci Sanusi berhasil ditangkap, akan tetapi tiga pelaku lainnya masih buron.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan, Motif pembunuhan ini diduga pelaku ingin menguasai harta korban (Sintia) serta karna sakit hati terhadap perlakuan Sintia sebelumnya terhadap pelaku. Awalnya pelaku bercerita kepada sahabatnya yang bernama Darman (DPO), lalu dibuatlah skenarionya.

“Pelaku mengajak korban ke Garut dengan alasan menjenguk saudaranya yang sedang sakit, lalu ditengah perjalanan bertemu dengan Darman dan ikut naik kemobil. Pada saat sampai dicianjur naik kembali Dua orang rekan Darman, sebelumnya mereka sempat mampir ke warung untuk membeli Tali guna menjerat leher korban, pada saat sampai jembatan Rajamandala, disitulah tiba-tiba Sintia dijerat menggunakan Tali oleh Darman dan dua rekannya,” ungkap Suyudi kepada wartawan.

Suyudi melanjutkan, setelah dijerat menggunakan tali, Darman dan Uci bertukar posisi, lalu jenazah korban dibaringkan di bagian belakang mobil dan dibungkus menggunakan terpal penutup mobil dan dibuang di daerah Pameungpeuk Garut.

“Sekitar jam Empat pagi, jenazah Sintia dibuang ditebingan tengah hutan pameungpeuk Garut, lalu mereka segera pulang kembali ke Bogor, saat ini kita sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk memburu pelaku lainnya yakni Darman dan dua temannya. Pelaku terancam pasal 340 KUHP dan Pasal 362 KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan ancaman minimal 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Korban (Sintia) merupakan pengusaha angkot dan juga diketahui sebagai bandar togel. Uci Sanusi dan Sintia memiliki hubungan khusus, mereka telah menikah Siri, Sintia sendiri telah memiliki suami dan Uci Sanusi pun sudah memiliki istri dan telah dikaruniai dua orang anak. Sebelumnya, sekitar bulan Maret 2015, Uci Sanusi mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh Sintia, Uci pernah dilempar piring dan mengenai punggungnya oleh korban. Uci Sanusi juga sempat ditendang dari belakang oleh korban lantaran saat disuruh ke warung, ia menolaknyan lalu Sekitar bulan April 2015, tersangka Uci Sanusi dan Darman merencanakan pembunuhan di rumah tersangka Uci Sanusi di Kampung Padasuka, Kelurahan Gudang, Kota Bogor atau sehari sebelum dilakukan pembunuhan.(bunai)

Comments