Bogor Tak Mampu Angkut Produksi Sampah Harian

BOGOR- Kabupaten Bogor, dengan penduduk lebih dari 5,5 juta jiwa, bisa memproduksi sampah hingga 450 ton per hari. Namun, itu tak sebanding dengan daya angkut yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yakni sekitar 120 ton per hari. Maka, tak heran bila banyak tumpukan-tumpukan sampah bertebaran di pinggir-pinggir jalan raya.

Dengan daya angkut 25 persen dari jumlah produksi sampah, Bupati Bogor, Nurhayanti mengimbau masyarakat untuk lebih cermat mengelola sampah. Karena, tidak semua sampah akan terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menurutnya, dari jenis sampah rumah tangga, 60-70 persen merupakan sampah organik dan 30-40 persen adalah sampah anorganik. “Nah, dari anorganik ini, 20-30 persennya bisa dimanfaatkan kembali. Sisanya 10-20 persen berupa residu yang harus dibuang ke TPA,” kata Nurhayanti, Senin (20/2).

Pemanfaatan dirasa penting, karena selain daya angkut yang minim, kapasitas TPA Galuga pun kian menipis. “Maka, masyarakat harus cerdas mengelola sampah terutama memilah dan memanfaatkan kembali sampah rumah tangga,” katanya.

Nurhayanti pun meresmikan Bank Sampah dan Balai Warga di Perumahan Bukit Asri RW13, Desa Page, Kecamatan Ciomas. “Pentingnya bank sampah dan pengelolaan sampah yang sesuai dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce dan Recycle), untuk mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah dan mendaur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat,” tukas Yanti. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.