Dihamili Kekasih, Gadis Belia Bunuh Bayinya Sendiri Saat Persalinan

Bogor – bogorOnline.com
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap pembunuhan bayi yang baru saja di lahirkan dari Rahimnya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2016 lalu, polisi berhasil mengungkap kasus tersebut setelah melakukan rangkaian penyelidikan dan penyidikan.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan, peristiwa pembuhan bayi itu terjadi di kawasan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal. Saat itu seorang gadis berinisial DN(17), diketahui hamil, padahal gadis itu masih berstatus sebagai pelajar di salah satu SMK di Kota Bogor. Pelaku merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh kekasihnya berinisial SD yang terjadi pada tahun 2016 lalu.
Diakui DN saat itu, dirinya berkenalan dengan SD dan menjalin hubungan hingga terjadi hubungan seksual. Seringnya terjadi hubungan seksual diantara mereka, akhirnya DN hamil. Ketika kehamilannya mencapai 9 bulan, akhirnya DN melakukan kelahiran secara mandiri dirumahnya. Pelaku mengeluarkan bayinya di kamar mandi, dan ketika bayinya akan keluar langsung dibekap oleh pelaku sehingga bayi tersebut tewas karena tidak bisa bernapas.
“Ini peristiwa yang terjadi tahun 2016 lalu, saat itu pelaku hamil dan menghilangkan nyawa anaknya sendiri ketika melahirkan. Kita mengamankan pelaku berikut sejumlah barang bukti,” ungkap Suyudi, Jum’at (17/2/17).
Suyudi melanjutkan, kasus ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku. Dihadapan petugas, pelaku mengakui memang sudah memiliki niat akan menghilangkan nyawa anaknya sendiri, sehingga ketika bayinya lahir, pelaku langsung membunuhnya. Saat kejadian, ada tetangga yang mengetahui peristiwa kelahiran saat itu, dan oleh tetangganya pelaku dibawa ke rumah sakit dan bayi pelaku ternyata sudah tewas saat sampai di rumah sakit.
“Tetangganya tau ketika melahirkan karena ada darah dimana mana, akhirnya tetangganya tersebut membawa pelaku dan bayinya kerumah sakit, namun bayinya sudah meninggal,” jelasnya.
Suyudi menambahkan, saat ini masih dilakukan pengembangan dan menunggu pelaku untuk melaporkan kekasihnya terkait pelecehan seksual yang dilakukan pertama kali dan berlokasi di wilayah Kabupaten Bogor.
“Karena peristiwa pelecehan seksul itu, pelaku tidak menerima kehamilan tersebut, sehingga pelaku melakukan pembunuhan,” pungkasnya. (RzB).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0