PN Tangerang Vonis Mati Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis dengan Gagang Cangkul

Tangerang -Masih ingat kasus pemerkosaan dan pembunuhan sadis dengan gagang cangkul terhadap Eno Fariah, di Tangerang.

Hari ini dua terdakwa, yakni Imam Hapriadi dan Rahmat Arifin divonis hukuman mati oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Majelis Hakim menilai keduanya terbukti melakukan perbuatan sesuai dakwaan jaksa.

“Majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Imam Hapriadi dan Rahmat Arifin dengan pidana mati,” kata Hakim ketua M Irfan Siregar di PN Tangerang, Jl Taman Makam Pahlawan Kalibata, Tangerang, Rabu (8/2/2017), seperti dilansir detik.com.

Menurut pertimbangan majelis hakim, keduanya terbukti melakukan pembunuhan berencana. Perbuatan keji itu dilakukan secara sengaja dan bersama-sama.

“Menurut majelis, unsur dengan sengaja terbukti menurut hukum. Menurut majelis apa yang dilakukan terdakwa, unsur direncanakan itu terbukti menurut hukum. Unsur menghilangkan nyawa juga terbukti secara hukum. Unsur-unsur itu dilakukan secara bersama,” ujar Irfan.

Menurut pandangan hakim, terdapat beberapa hal yang memberatkan kedua terdakwa selama proses hukum. Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan.

“Hal yang memberatkan yaitu perbuatan terdakwa tergolong sadis dan tidak berperikemanusian. Terdakwa tidak mengakui perbuatan mereka. Terdakwa tidak memperlihatkan tanda penyesalan,” ucapnya.

Sebelumnya jaksa penuntut umum menjerat pelaku dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340, 338, 351, dan 285 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati. Sedangkan terdakwa RAL, yang masih di bawah umur, telah divonis 10 tahun penjara.

Sementara itu, Imam dan Rahmat terlihat tegar saat mendengarkan vonis hakim. Mereka juga menyatakan akan mengajukan banding.

Seperti diketahui, Eno dibunuh dan diperkosa tiga pelaku di kamar kosnya di Tangerang pada pertengahan Mei 2016. Pelaku membunuh dengan memasukkan cangkul ke tubuh Eno. Mereka gelap mata menghabisi Eno karena beragam alasan, dari disebut jelek hingga cinta tak terbalas. (ful/dtc)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0