Protes, Warga Sentul City Sampai Nginap di Kantor PT SGC

CIBINONG-Sejumlah warga Sentul City yang tergabung dalam Komite Warga Sentul City (KWSC) masih melakukan protes, mereka mendatangi kantor pengembang PT Sentul City. Bahkan, mayoritas ibu-ibu ini menginap di PT Suka Putra Graha Cemerlang (SGC) di pertokoan Plaza Niaga 1, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang.

“Kami menuntut agar warga yang bayar air namun diputus, agar dipasang kembali,” kata Lucia Enggelina, Humas KWSC.

Namun demikian, hingga kini pihak management, Polisi dan Camat tidak ada yang bisa mengambil keputusan. Sejauh ini hampir mencapai 100 rumah yang telah dicabut meter air nya oleh PT SGC.

“Secara pasti saya kurang tahu berapa yang sudah diputus, karena rumah yang kosong saja turut diputus. Tapi ini masalahnya yang bayar juga ikut-ikutan diputus,” imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, jika surat yang dilayangkan oleh pihak Kecamatam Babakan Madang terkait dengan pemeliharaan situasi keamanan masyarakat yang ditujukan kepada direktur PT SGC tertanggal 22 Februari, tidak diindahkan oleh anak perusahaan Sentul City tersebut.

Terdapat enam poin dalam surat yang ditandatangani oleh Camat Yudi Santosa itu, diantaranya adalah bahwa musyawarah untuk menyelesaikan konflik antara PT SGC dengan KWSC belum menemukan titik temu akibat perbedaan pandangan dari kedua belah pihak.

Di poin ke empat, juga disebutkan bahwa berlarut-larutnya konflik yang terjadi dapat mengakibatkan gangguan stabilitas keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat khususnya di perumahan Sentul City dan akan berdampak kepada lingkungan sekitar.

Dalam surat tersebut, juga disebutkan bahwa pemutusan air terhadap warga masyarakat menjadi salah satu pemicu yang memperuncing konflik antara kedua belah pihak.

Di poin terakhir, pemerintah Kecamatan Babakan Madang memohon agar PT SGC untuk sementara tidak melakukan pemutusan air kepada warga perumahan Sentul City dan dapat menyambungkan kembali beberapa sambungan yang sudah terlanjur diputus pada tanggal 22 Februari 2017 sampai adanya putusan pengadilan atau pertemuan semua pihak yang diundang oleh Pemkab Bogor. “Tapi surat ini tidak ada artinya,” tukasnya.

Sementara itu, Corporate Communication PT Sentul City Edo Marbun mengatakan, pemutusan air terhadap warga perumahan Sentul City karena belum adanya pembayaran. “Yang diputus itu mereka yang tidak mau bayar tagihan air. Kita masih baik loh, sudah sabar, biasanya kan satu sampai tiga bulan diputus, ini sudah berbulan-bulan bahkan ada yang lebih dari setahun tidak bayar,” kata Edo.

Bahkan menurut Edo, tagihan per orang ada yang mencapai puluhan juta rupiah. “Ada yang tunggakannya mencapai Rp 80an juta, wajar dong kita putus. Dan apapun nanti keputusan dari pengadilan kita patuhi, karena sejauh ini Sentul City taat hukum kok,” tukasnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.