SDN Pajeleran 01 Diduga Jualan LKS

Cibinong-bogorOnline.com-Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, terkesan membiarkan maraknya Sekolah Dasar (SD) Negeri diwilayah kerjanya lakukan Pungutanliar (Pungli) dengan cara menjual Lembar Kerja Sekolah (LKS).

Bahkan sudah jelas-jelas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud nomor 75 tahun 2016 melarang praktik jual beli buku LKS yang dilakukan pihak sekolah dengan bekerja sama penerbit atau pihak ketiga lainnya.

Dalam Permendikbud tersebut ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Dari penelusuranĀ di lapangan, benar adanya penjualan buku LKS kepada siswa SDN Pajeleran 01 dengan harga Rp 90 ribu dengan jumlah buku sebanyak 9 mata pelajaran. Para orang tua muridĀ  membeli buku LKS ditempat yang sudah ditentukan. Buku salah satu penerbit yang dijual ditempat tersebut diduga adanya kerja sama pihak distributor penjual buku dengan pihak sekolahan namun ‘dibungkus’ oleh komite.

Dari sumber orangtua siswa disekolahan SD Negeri Pajeleran 01, sebelumya para orangtua diminta membuat surat yang ditujukan kepada sekolahan dan Dinas Pendidikan untuk mengadakan buku LKS, guna menunjang belajar mengajar siswanya di sekolahan. “Namun setelah dibawa komite dan pihak sekolahan ke Dinas Pendidikan disana katanya ditolak karena hal tersebut tetap katagori pungli atau dilarang,” jelas wali murid SDN Pajeleran 01 yang enggan disebutkan namanya.

Sementara saat sejumlah wartawan hendak konfirmasi kepada Kepala Sekolah, SD Negeri Pajeleran 01 Yudi tidak ada dikantornya, nomor teleponnya juga tidak dapat dihubungi. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.