Sebelum Putus Meter Air, PT SGC Layangkan Somasi Kepada Warga

CIBINONG-PT Suka Putra Graha Cemerlang (SGC) sejauh ini telah memutus meter air warga sekitar 57 unit, meskipun pihak perusahaan telah memberikan kelonggaran waktu yang sudah ditentukan namun tetap belum memenuhi kewajibannya.

“PT.SGC melalui kuasa hukum yang ditunjuk, sudah melakukan somasi kepada sekitar 200 unit hunian yang menunggak, dan karena dalam kelonggaran waktu yang sudah ditentukan tetap belum memenuhi kewajibannya, maka kami putus,” kata Corporate Communication PT Sentul City Edo Marbun, Jum’at (24/02).

Namun demikian, Edo menambahkan, ada warga yang setelah diputus meter airnya kemudian memenuhi kewajibannya, sehingga dipasang kembali.

“Ada yang akhirnya memenuhi kewajibannya sehingga disambungkan kembali atau juga memenuhi kewajiban sebelum terjadinya pemutusan,” imbuhnya.

Ia menegaskan, PT SGC merupakan pengelola kota di Sentul City, SGC tentu tidak sembarang memutus air warganya, hanya warga yang sudah menunggak hingga senilai lebih dari Rp 1 juta dan lebih dari 3 bulan.

“Serta apabila selama kelonggaran waktu yang diberikan dalam surat peringatan tertulis tetap tidak memenuhi kewajiban atas jasa yang telah diterimanya yang dikenai pemutusan air,” tegasnya.

Seperti pemberitaan bogorOnline.com sebelumnya, sejumlah warga Sentul City yang tergabung dalam Komite Warga Sentul City (KWSC) masih melakukan protes, mereka mendatangi kantor pengembang PT Sentul City.

Bahkan, mayoritas ibu-ibu ini menginap di PT Suka Putra Graha Cemerlang (SGC) di pertokoan Plaza Niaga 1, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang. Namun hal ini dibantah oleh Edo, karena sekitar pukul 21.00 WIB warga sudah membubarkan diri.

“Tidak ada yang nginap di kantor SGC, jam 9 malam mereka sudah membubarkan diri,”tukasnya.

Hal ini juga dikatakan humas KWSC Lucia Enggelina, menurut dirinya, meskipun sudah mempersiapkan diri dengan membawa perlengkapan seperti karpet, warga yang berkerumun didepan kantor SGC akhirnya pulang kerumah masing-masing.

“Kami bubar jam 10 malam, Ketum khawatir keselamatan kami, jadi kami diminta pulang,” kata Enggelina. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.