RUMPIN : Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor. Yuyud Wahyudin meminta agar pemerintah Kabupaten Bogor memperioritaskan pembangunan daerah perbatasan. Menurut anggota DPRD dari Fraksi PPP itu, pembangunan di daerah ujung Kabupaten Bogor terutama wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kota, Kabupaten maupun Provinsi lain, sudah saatnya lebih diperhatikan dan diprioritaskan. Pasalnya, hingga saat ini, pembangunan di beberapa wilayah perbatasan masih relatif tertinggal. Salah satunya di wilayah utara dan barat daya Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tangerang atau Provinsi Banten. hal itu dikatakan Yuyud, saat ditemui dalam giat reses masa sidang kesatu tahun 2017, di Desa Tamansari Kecamatan Rumpin. “Saya memilih Desa Tamansari sebagai tempat reses, pertama memenuhi janji kepada masyarakat disini. Kedua, mengurangi jarak ketertinggalan pembangunan di wilayah perbatasan. Nyata sekali perbedaannya (dibanding Tangerang-red) malu kita,” ujar Yuyud Wahyudin, kepada awak media, Rabu (15/2/2017).

Yuyud menambahkan, dari desain tata ruang wilayah, Kecamatan Rumpin diperuntukan untuk daerah peternakan dan pertambangan. Hal itu dikarenakan banyaknya potensi pakan ternak serta luasnya area tambang. Namun sayangnya, lanjut Yuyud, hasil pendapatan pajak pertambangan dari wilayah Rumpin, justru lebih kecil dari biaya perawatan dampak eksploitasi tambang. Terutama soal perbaikan kerusakan jalan atau infrastruktur. “Makanya harus ada evaluasi. Termasuk pembangunan di wilayah perbatasan atau di utara, juga harus lebih diperhatikan. Jangan di kota, di selatan terus menerus. Makin ketinggalan dong.” ujar Yuyud Wahyudin menegaskan.

Sementara Tajul Arifin, Ketua LPM Desa Tamansari mengharapkan, kedatangan anggota parlemen ini, mampu membawa aspirasi warga, demi membawa arus perubahan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kecamatan Rumpin. “saat ini, kami berharap infrastruktur jalan bisa terus ditingkatkan. Salah satunya melanjutkan peningkatan jalan Cicangkal Maloko.” Ucapnya.

Sedangkan salah satu tokoh masyarakat Desa Tamansari, Agus Basuki, menyerahkan surat pernyataan bersama yang ditandatangani sejumlah warga, terkait perbaikan jalan Sukamanah. Menurutnya, warga sudah seringkali melakukan aksi demo, meminta jalan yang sudah 10 tahun dibiarkan rusak tersebut untuk segera diperbaiki. Karena selama ini, warga hanya diberikan janji-janji tanpa pernah ada realisasinya. “Warga berharap pak dewan menindaklanjutinya ke Pemkab Bogor. Malu dong sama wilayah Tangerang.” tutur Agus Basuki membandingkan (mul).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.