E-Voting Desa Babakan Ciseeng, Cegah DPT Ganda

CISEENG – Suksesnya pemilihan kepala desa (pilkades) dengan sistem elektronik atau E-Voting di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng menjadi percontohan bagi ajang serupa di tingkat Kabupaten Bogor bahkan Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, pilkades sistem e-voting akan mampu mencegah berbagai kecurangan seperti penggandaan daftar pemilih tetap (DPT) dan dapat mempermudah serta mempercepat proses pelaksanaan pilkades. Demikian diungkapkan Andrari Grahitandaru, Kepala Bidang Program Sistem Elektronik pada Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) pada sejumlah awak media saat ditemui dalam peninjauan pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Ciseeng sistem E-Voting Desa Babakan, Minggu (12/3/2017).

Andrari Grahitandaru menambahkan, secara nasional, pilkades sistem e-voting telah dilaksanakan di 520 Desa dari 9 Kabupaten dan menghasilkan dampak yang positif. Kabupaten Bogor merupakan Kabupaten ke 10 yang turut serta mencoba program tersebut. Pelaksanaan E-Voting di Desa Bababakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor sendiri mendapatkan animo cukup baik, dan sukses dilaksanakan di Lapangan Rawa Cekek, RT 03 TW 05 Desa Babakan diikuti oleh ribu an orang pemilih. Masih kata Kabid Program Sistem Elektronika BPPT, konsep pilkades e-voting merupakan salah satu metode pemilihan secara elektronik guna mencegah terjadinya kecurangan pada kegiatan pemilihan suara. Dia mencontohkan semisal jika ada Nomor Induk Keluarga (NIK) ganda. “maka konsekuensinya si pemilik NIK ganda tersebut akan mendapatkan ciri khusus, sehingga tidak bisa dengan mudah melakukan kecurangan. Termasuk jika ada oknum panitia atau pihak-puhak yang nakal,” tuturnya.

Selain itu, sambungnya, dengan sistem pilkades e-voting, tidak akan ada surat suara yang tidak sah, karena penghitungannya sangat akurat dan cepat. Oleh karena itu, sejak akhir tahun 2015, Pemeritah Pusat ingin melakukan pilkades secara e-voting. Dalam proses pelaksanaannya, Pemerintah Daerah setempat terlebih dahulu harus melakukan ferivikasi data pemilih, dengan diwajibkan membawa KTP Elektronik. “Lalu data pemilih tersebut di upload ke system aplikasi e-voting, sehingga DPT akan terekam otomatis dan tidak bisa digandakan,” tuturnya. Andrani menambahkan, sejauh ini dalam pelaksanaan pilkades manual, seringkali ditemukan DPT fiktif dan ganda. “Ini bedanya, jika pemilihan itu dilakukan dengan sistem e-voting, maka bisa diyakini DPT ganda dan fiktif tidak akan ditemukan.” ujarnya, (mul).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.