LPM DOMPET DHUAFA LAKUKAN BINA MENTAL AGAMA ISLAM PENGHUNI LAPAS GUNUNGSINDUR

 

GUNUNGSINDUR – Puluhan orang telah duduk rapih dan hampir memenuhi separuh luas masjid yang dikelilingi pagar tinggi berwarna abu-abu dengan kawat duri di bagian atasnya. Jama’ah tersebut adalah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur. Bacaan shalawat dari pengeras suara masjid, lambat laun mulai terdengar hampir di semua sudut Lapas. Usai bersholawat, mereka mendengarkan siraman rohani  dari Ahmad Baihaqi Qosim, Pembina keagamaan Lapas Gunung Sindur, yang merupakan utusan dari Lembaga Pelayana Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. “Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya dan sebaik-baik manusia adalah orang yang tidak mengulangi kesalahan masa lalunya,” seru Baihaqi, kepada warga binaan saat berpidato, Rabu (7/3/2017).
Lelaki yang sudah hampir setahun aktif mengajari warga binaan Lapas tentang Agama Islam ini mengatakan, respon petugas  dan warga binaan di Lapas Gunung sindur sangat positif. “Alhamdulilah selama kita balajar bareng di sini, saya diterima dan diperlakukan dengan baik. Karena mungkin mereka  menyadari mereka butuh kegiatan-kegiata agamis dengan nilai-nilai mulia agama,” jelas Baihaqi. Selama membina kerohanian dan keagamaan mereka, Baihaki melihat ada banyak potensi yang di miliki warga binaan. “Saya melihat banyak potensi di sini. ada yang jago buat kaligrafi, bikin seni rupa dari Koran, di sana ada (menunjuk ke arah samping masjid) ada gubuk yang mereka buat sendiri. Ini bukti bahwa mereka punya antusias belajar jadi orang yang lebih baik yang perlu kita publikasikan ke luar,” ujarnya.
Tanggapan positif juga disampaikan Iwan Setiawan, Kepala Sub Seksi Pembinaan Lapas Gunung Sindur. Menurutnya LPM Dompet Dhuafa sangat membantu program pembinaan di lapas tersebut. “Dari awal lapas ini dioperasikan, Dompet Dhuafa sudah menemani kami lewat Ustad Nurhidayat dan sekarang dilanjutkan Ustadz Baihaqi. Jelas itu sangat membantu khusunya dalam pembinaan keagamaan islam. Karena tidak ada petugas lapas di sini bahkan mungkin di lapas lain yang punya latar belakang sarjana agama atau jebolan pesantren dan semacamnya,” jelas Iwan.

Respon serupa diungkapkan Abdul Hakim, salah satu warga binaan Lapas Gunung Sindur, Hakim mengaku bahwa setelah belajar agama bersama Baihaqi, banyak pelajaran positif yang ia dapat. “Banyak pelajaran dari Ustadz baihaqi tentang ibadah, Al-Quran dan kerohanian untuk kami. Saya Sekarang punya keyakinan bahwa saya bisa jadi orang yang lebih baik ketika keluar nanti,” katanya usai mengikuti siraman rohani siang itu. Dengan mengirim pembina-pembina kerohanian dan Agama Islam ke Lapas-Lapas, LPM Dompet Dhuafa bisa ikut berkontribusi untuk memberdayakan warga binaan. Sehingga ke depannya, setelah keluar nanti mereka menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama, ujarnya, (mul).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.