Sopir Angkot vs Driver Online Sepakat Damai

CIBINONG-Polres Bogor mempertemukan perwakilan ojek online dengan para sopir angkot dengan diwakili oleh Organda Kabupaten Bogor, mereka bersepakat untuk tidak saling sweeping, dan masing-masing untuk menahan diri serta tetap beroperasi seperti biasa.

Dengan didampingi oleh Dandim dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky menegaskan, bahwa kedua belah pihak sepakat untuk tidak saling menganggap musuh.

Berikut kesepakatan bersama antara driver online dengan sopir angkot di Mapolres Bogor:
1. Bahwa untuk angkot Kabupaten Bogor setelah audiensi dengan DPRD dan Muspida sejak awal tidak ada instruksi untuk mogok. Akan tetapi ada angkot lintas kota – kabupaten yang mogok.

2. Selama tiga hari ini relatif kondusif tidak ada masalah, masing-masing tetap beroperasi. Akan tetapi terjadi bentrok pada sore hari diperbatasan Kabupaten dan Kota akibat adanya isu sweeping antar kedua belah pihak dimana rombongan Ojeg Online yang sedang mengarah ke Balaikota bertemu rombongan angkot depan terminal Laladon dan terjadi miskomunikasi saling lempar batu, akan tetapi tidak rusuh seperti isu yang beredar luas. Hanya kerugian materil berupa tiga unit angkot pecah kaca dan tidak ada korban jiwa atau pun luka.

3. Setelah keluar dari ruangan di Mapolres Bogor, para driver online karena bekerja 24 jam, tetap beroperasi seperti biasa, dan angkot juga tetap beroperasi seperti biasa.

4. Keduanya sepakat menahan diri dan menahan kelompok masing-masing untuk tidak main hakim sendiri.

5. Bila ada informasi terkait suatu kekerasan atau kejadian akan disampaikan kepada satgas yang dibentuk beranggotakan Polres, Kodim, Dishub, Organda dan kordinator ojeg online. Satgas akan bertugas untuk melakukan konfirmasi dan pengecekan terkait informasi yang ada.

6. Kedua belah pihak akan menjunjung tinggi dan menjaga kondusifitas kemanan Kabupaten Bogor. Termasuk tidak mengerahkan masa dari luar wilayah Bogor serta tidak melakukan kerumunan masa di suatu titik yang dapat membuat persepsi negatif.

7. Sepakat untuk menyerahkan masalah hukum ke aparat berwenang untuk menindaklanjuti. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.