Adian Napitupulu : Issu SARA Berpotensi Pecah Belah Bangsa

TENJOLAYA – Anggota DPR RI Dapil V Jawa Barat, Adian Napitupulu, mengajak semua jajaran kepengurusan partai dan barisan Kader PDI Perjuangan Kabupaten Bogor untuk menjiwai 4 Pilar Kebangsaan. Menurut dia, begitu banyak fenomena kemunduran wawasan kebangsaan seperti merebaknya Issu SARA yang berpotensi memecah belah kebangsaan.
“empat pilar Kebangsaan yg harus dijiwai adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” ujarnya, ditengah kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di Tenjolaya, Minggu, (16/4/2017).

Adian menegaskan pilar adalah perlambang sebuah “tiang Penyangga” yang kokoh. Jadi ke empat pilar itulah yang menjadi pilar kuat yang menopang Kebangsaan Indonesia dengan penuh keteguhan.
Kehadiran Adian di tenjolaya ini adalah merupakan agenda Partai dimana anggota Partai yang menjadi anggota DPR Wajib menyambangi para pengurus Partai sampai ke tingkat desa (Ranting). Dalam kesempatan itu, Adian menilai, meningkatnya isu SARA tidak lepas dengan Pilkada DKI Jakarta.

Bagi Adian, memenangkan Pilkada DKI Jakarta bukan hanya memenangkan Ahok semata melainkan memenangkan Demokrasi.

“Jika Ahok kalah, maka Isu SARA lah yang menang dan demokrasi kalah,” imbuhnya

Menurut mantan aktivis Forkot ini, isu SARA tidak bisa menegakkan demokrasi, Sementara demokrasi sendiri dibangun dari kesetaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan, bukan justru menjadi kelemahan.

“Isu SARA tidak pernah bisa membangun demokrasi. Demokrasi itu dibangun oleh kesetaraan. Demokrasi melihat perbedaan sebagai kekayaan, bukan sebagai lawan,” tegas Adian Napitupulu.

Adian menegaskan Ideologi Pancasila adalah Ideologi Negara paling tepat dan mengajak agar seluruh masyarakat untuk mengawasi gerakan-gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengganti ideologi pancasila dan merongrong pemerintahan sah hasil demokrasi, patut dikategorikan sebagai gerakan makar.

Diakhir pidatonya Adian menghimbau agar seluruh Kader PDIP Kabupaten Bogor yg memiliki hubungan kerabat, teman, sanak family yg mempunyai hak pilih di DKI agar pada hari rabu 19 april 2017 nanti mendatangi TPS yg telah ditentukan dan tentunya untuk mencoblos pasangan calon nomor urut 2. Ahok – Jarot.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor, Budi Sembiring menambahkan, PDIP adalah keluarga yang harus saling menguatkan. ” saat ini jakarta sedang pilkada, maka saya meminta seluruh kader PDIP membantu dengan cara menghubungi seluruh keluarga kita yang di jakarta untuk memilih basuki-djarot.
Bagi kita sudah final bahwa demokrasi adalah harga mati.
Pertarungan pilkada jakarta bukan pertarungan antara paslon 2 atau 3, namun pertarungan pilkada jakarta adalah pertarungan ideologi., yaitu “Demokrasi VS isu SARA”
Artinya kekalahan basuki-djarot, adalah kemenangan isu SARA,” paparnya. (ful)

Comments