Kang Ian Turut Warnai Pencalonan Bupati Bogor

CIBINONG – Sejumlah tokoh yang berniat maju dalam Pemilihan Bupati Bogor 2018 mendatang mulai mendaftarkan diri, seiring telah dibukanya penjaringan bakal calon Bupati oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.

Setelah sebelumnya tiga orang mendaftar dan mengambil formulir di hari pertama pendaftaran, kini giliran Mardiansyah atau yang akrab dipanggil Kang Ian, mantan aktivis HMI dan KNPI Kabupaten Bogor ini mendaftarkan diri bersama sejumlah tim nya di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Jl. Tegar Beriman, Cibinong, Minggu (21/5/2017).

Kepada sejumlah wartawan Ian menuturkan, bahwa niatnya mencalonkan diri menjadi Bupati Bogor 2018 mendatang melalui proses penjaringan yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan, merupakan dorongan dari kawan-kawan yang melihat dan merasakan kurangnya peran Eksekutif dalam memaksimalkan potensi yang ada di Kabupaten Bogor.

“Tim kami telah melakukan survei, hasilnya masyarakat menginginkan sosok atau figur muda yang visioner serta mampu membuat Kabupaten Bogor menjadi lebih baik lagi. Bersama PDIP saya yakin mampu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi,” tutur Ian.

Menurutnya, PDIP merupakan partai yang sangat strategis buat melangkah ke kancah pertarungan Pilkada 2018 mendatang, dan PDIP merupakan partai pertama yang membuka pendaftaran untuk umum.

“PDIP juga mempertahankan nilai-nilai nasionalisme, dan saya punya keyakinan untuk dapat menjembatani antara nasionalisme dan religius yang merupakan salah satu karakter masyarakat Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Meskipun banyak yang mendaftar, warga Cipaku Kota Bogor ini mengaku optimis bakal masuk kriteria yang diinginkan oleh partai berlambang kepala Banteng tersebut. “Saya sangat optimis, saya sadari bahwa banyak yang mendaftar maka pastinya ada yang tereliminasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Kabupaten Bogor Haryanto yang juga didampingi oleh Wakil Ketua Halim Yohanes mengatakan, bahwa pendaftaran calon Bupati Bogor periode 2018 ini merupakan proses tahapan, yang nantinya akan ditentukan di tingkat DPD.

“Pendaftaran ini merupakan proses tahapan. Kami hanya melakukan pendaftaran saja, kemudian kita kirim ke DPD. Disana ada tahapan, diantaranya adalah survey, wajib masuk sekolah partai, dan mengkerucutkan semua pendaftar menjadi berapa dan itu kewenangannya DPD,” kata Haryanto.

Ia menjelaskan, bahwa survei yang dilakukannya merupakan survey tertutup dan bukan sekali saja dilakukan. “Saat menyerahkan formulir nanti, akan diberikan pengarahan agar dapat meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Kemudian keputusan siapa yang bakal lolos kemungkinan 5 atau 6 bulan setelah selesai pendaftaran, karena keputusan ada di DPD,” jelasnya.

Terkait mekanisme pendaftaran bakal calon Bupati Bogor yang dilakukan partainya, Haryanto menolak anggapan bahwa PDIP Kabupaten Bogor kekurangan kader potensial.

“Hal ini dilakukan bukan karena kekurangan kader, PDIP banyak kader-kader terbaik. Kita komitmen partai PDIP menjadi partai modern, jadi bukan kekurangan kader, tapi membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin maju menjadi kepala daerah,” tukasnya.

Sebelumnya, sebanyak tiga orang telah mendaftar calon Bupati Bogor melalui melalui penjaringan yang dilakukan oleh PDIP, mereka berlatar belakang Kepala Desa, Pengusaha hingga pensiunan pegawai Mahkamah Agung.

Tokoh yang pertama mengambil formulir adalah Adang Waluyo. Pria asal Dramaga Bogor yang mengenalkan diri sebagai pensiunan Pegawai Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Pendaftar kedua, Asep Setia Wibawa yang berprofesi sebagai pengusaha. Dan yang ketiga adalah Alex Purnama Johan yang datang ke meja panitia. Alek Purnama merupakan Kepala Desa Sukamakmur, Kecamatan Megamendung. (di)

Comments