Usung Uu Dalam Pilgub Jabar, PPP Bakal Gandeng PKB dan PAN

CIBINONG – Bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Uu Rhuzanul Ulum mengkalim bahwa dirinya bakal maju bersama PKB dan PAN dalam Pilkada 2018 mendatang. Hal tersebut dikatakan Uu di Cibinong usai mengikuti serangkaian di sejumlah daerah di Kabupaten Bogor, Minggu (21/05).

“Secara intens kami terus menjalin komunikasi dengan PKB dan PAN, karena PPP baru 9 kursi di Parlemen Jawa Barat. Kalau PKB dan PAN berkoalisi maka jumlah kursi pas 20, sehingga bisa mengajukan satu paket calon Gubernur di Jawa Barat,” kata Uu.

Uu yang juga masih menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, elektabilitas dan popularitas nya semakin naik di Jawa Barat. Ia mengakui bahwa dirinya memang belum begitu populer, namun demikian popularitas orang nomor satu di Tasikmalaya ini semakin hari semakin naik mulai dari 1,2 persen menjadi 1,6 persen, 2 persen, 3 persen, dan kini sudah lebih dari 3 persen. “Kami berusaha untuk terus menaikkan popularitas, dengan silaturahim ke sejumlah daerah di Jawa Barat,” imbuhnya.

Selain sebagai kader PPP yang merintis dari pengurus ranting, Uu yang dikenal sebagai santri dan juga cucu dari pendiri pondok pesantren Miftahul Huda ini, dikenal dekat dengan sejumlah ulama di Jawa Barat. Selain itu, program pertanian di wilayahnya juga terbilang sukses setelah tiga tahun secara berturut-turut mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat.

“Saya memiliki tiga kekuatan, yakni kekuatan partai sebagai kader, kemudian kekuatan desa, dengan program gerbang desa jadi sedikit banyak orang desa memiliki hubungan emosional karena saya tahu karakter dan keinginan orang desa, dan yang ketiga saya adalah santri jebolan pesantren, anak kyai, dan memiliki hubungan baik dengan sejumlah pesantren. Itulah modal kekuatan saya dalam melangkah di Pilgub,” ungkapnya.

Program yang ditawarkan kepada masyarakat, salah satunya adalah meningkatkan tingkat kesejahteraan, dengan meneruskan program Gubernur sekarang dan mengganti dan merubah program yang tidak cocok.

“Dengan program gerbang desa, yaitu meningkatkan SDM di desa-desa dengan pendidikan, jadi pendidikan yang paling utama. Selain itu, pariwisata dan pertanian juga akan menjadi program utama karena potensi pariwisata dan pertanian di Jawa Barat sangat luar biasa. Namun semua itu dibingkai dengan keimanan dan ketaqwaan,” jelasnya.

Uu menjelaskan, bahwa keberhasilan nya selama menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya diantaranya adalah dalam sektor pertanian. “Maka akan kami terapkan juga pola-pola pertanian jika saya menjadi Gubernur, dan saya ingin Jawa Barat kembali menjadi lumbung padi nasional,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait dengan sejumlah bakal calon gubernur lainnya, ia melihat bahwa sejumlah kandidat lain seperti Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Walikota Bandung Ridwan Kamil dan juga Wakil Gubernur petahana Dedi Mizwar, dirinya tidak merasa bahwa nama-nama tersebut adalah rivalitas.

“Karena beliau-beliau ini belum tentu mencalonkan, kecuali sudah mendaftar di KPUD, jadi tidak takut si A tidak merendahkan si B yang pasti saya optimis untuk menang, dan terus berusaha, kalau tidak optimis mending saya diam saja dirumah,” tukas Bupati yang sudah menjabat selama dua periode ini.

Sementara itu, meskipun belum ada “hitam diatas putih” dari DPP PPP, kelihatannya kader militan PPP ini bakal didukung penuh oleh DPP. Buktinya, Uu dipersilahkan oleh DPP untuk memulai mengenalkan diri kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, meskipun sudah ia lakukan beberapa bulan belakangan ini.

“Kader kita Saudara Uu Ruzhanul Ulum yang juga Bupati Tasikmalaya sudah mulai berakhir dengan cara silaturahim ke sejumlah tempat di Jawa Barat,” kata Wasekjen PPP, Achmad Baidowi, saat jumpa pers di Kantor DPP PPP.

PPP akan terus memantau perkembangan politik menjelang Pilgub Jawa Barat. Menurut Baidowi, jika elektabilitas dan popularitas Uu masih dibawah bakal calon lainnya, tidak menutup kemungkinan akan diploting sebagai Cawagub. “Kita beri waktu untuk menaikkan popularitasnya,” tukasnya. (di)

Comments