Bandar Narkoba Bersenpi Dicokok Polisi

CIBINONG – Satreskrim Polres Bogor menangkap 17 pelaku pengedar sekaligus bandar narkotik jenis sabu-sabu, ganja, tembakau Ganesha dan ekstasi. Sebagian para bandar narkoba tersebut menggunakan senjata api dari berbagai jenis untuk melakukan perlawanan terhadap petugas.

Selain mengamankan barang bukti narkoba dan tiga buah pucuk senjata api, satu airsoft gun dan satu senjata softgun, juga mengamankan sebelah pisau, handphone dan bong atau alat hisap sabu.

Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika mengatakan, dari 17 pelaku bandar narkoba ini total barang bukti yang diamankan yakni sabu-sabu 276,08 Gram, ganja 747,71 Gram, tembakau ganesha 95,75 Gram dan 100 butir ekstasi jenis alien, daun merah atau sandal jepit.

“17 bandar narkoba ini kami tangkap di sejumlah wilayah di Bogor dan Jakarta. Mereka terbilang bandar kelas menengah keatas, dan biasa menjualnya di Kabupaten Bogor dan daerah sekitarnya,” kata AKBP Andy Muhammad Dicky di Mapolres Bogor di Cibinong, Selasa, (06/06).

Ia menambahkan, untuk ekstasi jenis alien, mantan Kapolres Karawang ini menjelaskan, bahwa ekstasi ini merupakan buatan lokal. Sementara sabu-sabu diduga didatangkan dari Tiongkok, Malaysia dan negara Asia lainnya.

Para bandar narkoba ini dikenakan pasal 114 (1), 112 (1), 111 (1), 127 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 8 tahun dan maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup dan pidana denda minimal Rp. 1 miliar, dan maksimal Rp. 10 miliar.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor Andri Alam juga menambahkan, untuk kepemilikan senjata api dan softgun atas nama pelaku ST akan dikenakan Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951 dan Perpu nomor 20 tahun 1960. Pelaku ST terancam hukuman 20 tahun penjara.

“Saat ini ST selain diancam dengan Undang-undang Narkotika ia juga kami jerat karena kepemilikan senjata api dan soft gun secara ilegal dengan tambahan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ungkapnya.

Senjata yang dimiliki oleh ST, diduga selain digunakan untuk mengancam pembeli yang tidak membayar hutang, ada dugaan untuk melawan aparat hukum. (di)

Comments