Kang Anton Disambut Antusias Warga Parungpanjang

Parungpanjang – bogoronline.com – Sekarang ini berbicara Pancasila dan garis – garis besar haluan negara, mungkin menjadi hal yang sangat tabu. Apalagi di kalangan anak muda, membicarakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara mungkin akan menjadi hal yang sangat klasik dan membosankan.

Untuk menghidupkan pemahaman ditengah masyarakat Bangsa Indonesia, menjadi kewajiban bagi anggota DPR dan MPR – RI, utuk mrlakukan sosialisasi 4 pilar secara rutin kepada seluruh lapisan masyarakat.

Meski dianggap tabu, tetapi Anggota DPR – MPR RI Anton Sukartono Suratto, mengaku selalu mendapatkan kesan tersendiri saat melakukan sosialisasi di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Setiap saya melakukan sosialisasi selalu ramai peserta, apalagi di Kecamatan Parung Panjang ini, peserta yang hadir vukan hanya aparay daribtingkat RT, sampai tingkat desa, bahkan para pemuda dan kaum ibu juga ikut hadir meskipun harus repot – repon membawa anak, penomena ini menjadi kesan tersendiri bagi saya.” Jelas Anton, ditemui ditengah acara Sosialisasi 4 pilar, di Parung Panjang¡, Selasa (6/6/2017).

Dalam kesempatan itu, politisi Partai Demokrat yang dikenal murah senyum ini mengajak para aparat desa dan orang tua yang hadir untuk tidak bosan mengingatkan kepada anak – anaknya agar memahami dan mengamalkan 4 pilar yang meliputi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang – Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jika masyarakat kita sudah memahami 4 pilar yang menjadi haluan bangsa ini, Insyaalah akan tidak dapat terpengaruh oleh berita hoak dan ajakan – ajakan yang sesat, sehingga merugikan bagi dirinya bahkan berpengaruh pada kenyamanan kehidupan berbangsa dan bernegara.” Papar Anton.

Apalagi di daerah Parung Panjang yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa – Barat dengab Provinsi Banten, menurut pria yang lebih akrab disapa Kang Anton ini, tentunnya terdapat berbedaan dua budaya dan perbedaan dua kebijakan pemerinta daerah yang hidup berdampingan bahkan sering melakukan kegiatan bersama – sama baik di pasar maupun kegiatan usaha lainnya, peemahaman kebhinekaan sangat dibutuhkan untuk mencegah terjasinya isu kesenjangan dan lain – lainnya.

Dalam kesempatan itu, salah seorang penuda Desa Kabasiran Kecamatan Parung Panjang, Mulyana, mengatakan, selama ini di sekolah sudah sedikit sekali mendapat pelajaran mengenai pemahaman kebangsaan, untuk itu sosialisasi yang dilakukan secara rutin ditengah masyarakat sudah sangat tepat.

“Kita kihat sendiri, meskipun repot ibu – ibu berbondong – bondong membawa anak ke tempat ini, terlepas dengan niat kedatangan mereka untuk melihat wakilnya di DPR – RI, sampai disini mendapatkan materi pemahaman kebangsaan, ini jauh lebih baik dan mereka dapat bekal ilmu yang dibawanya pulang.” Papar Mulyana. *

 

Comments