Kelurahan Pakansari Jadi Pilot Project PTSL

CIBINONG – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor menargetkan pensertifikatan tanah sistematik lengkap dan lintas sektor sebanyak 17.798 bidang di seluruh Kabupaten Bogor di tahun 2017 ini. Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, dipilih menjadi pilot project dalam pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL).

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor Agustiansyah saat menggelar sosialisasi mengenai Plotting, Geo Komputerarisasi Kantor Pertanahan (KKP) dan pemasangan patok atau tanda batas tanah bersama Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Bogor di kantor Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, kemarin.

“Kelurahan Pakansari akan menjadi pilot project dalam program PTSL, yang nantinya juga akan menjadi contoh bagi desa-desa lain, sehingga di Kabupaten Bogor ini nanti seluruh tanah bersertifikat semua. Bahwa 17.798 plus 5 ribu program PTSL yang ada di Kabupaten Bogor masih belum cukup untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Agustiansyah.

Kepada BPN Kabupaten Bogor Agustiansyah secara simbolis memasang patok tanda batas tanah.

Menurut Agustiansyah, kendala pensertifikatan yang dihadapi adalah bagaimana masyarakat secara kesadaran mau mengikuti program ini dan bagaimana pihak-pihak lain juga mensuport agar proses PTSL ini mudah untuk dijalankan. “Semua harus membantu agar terlaksana dan sukses, dan ini harus menjadi contoh bagi IPPAT dan BPN di daerah lain yang mau mensosialisasikan PTSL,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kriteria program PTSL adalah wilayah tersebut tanahnya masih banyak yang belum bersertifikat, bukan pemecahan sertifikat. Tujuannya, selain meningkatkan perekonomian masyarakat, juga untuk mewujudkan zero sengketa.

“Dan ini gratis tidak ada kutipan-kutipan apapun, baik yang mampu atau yang tidak mampu semuanya harus bersertifikat, tujuannya zero sengketa terwujud seiring suksesnya PTSL, terlebih di Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang tingkat sengketa tanahnya tinggi,” jelasnya.

Selain itu, dalam menekan kasus-kasus sengketa lahan yang kerap terjadi di Kabupaten Bogor, Agustiansyah mengungkapkan, bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan pihak ketiga dalam membangun sistem yang dapat mencegah terjadinya sengketa.

“Untuk mengatasi ini, kami bersama pihak ketiga akan membangun sistem, mudah-mudahan dalam waktu tiga atau empat bulan kedepan sudah bisa terealisasi, sehingga menjadi benteng bagi pihak-pihak yang berniat jahat membuat double sertifikat,” ungkapnya.

Ketua Pengda IPPAT Kabupaten Bogor Novalianto Kurniawan menambahkan, dipilihnya Kelurahan Pakansari karena selain letaknya yang tidak jauh dari pusat pemerintahan, warga Kelurahan Pakansari juga masih banyak tanahnya yang belum bersertifikat.

“Ini merupakan kegiatan awal, kita menginginkan adanya pilot project dan pihak kelurahan sangat wellcome sekali, sehingga dari data yang sudah berbasis data online tersebut menuju kepada peta desa lengkap sehingga hal-hal yang bersengketa dapat berkurang. Hal ini juga lebih memudahkan kinerja PPAT,” imbuhnya.

Ia berharap, pilot project PTSL di Kelurahan Pakansari dapat terlaksana dengan baik. “Tentunya menjadi pengharapan kita bersama target persertifikatan tanah ini dapat terealisasi. Karena kami juga akan melakukan hal yang sama di desa lain,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Pakansari Asnari mengaku bersyukur atas dipilih wilayahnya menjadi percontohan PTSL oleh BPN meskipun sempat ada keraguan dari Asnari sebelum mendapatkan dukungan dari RT dan RW yang turut hadir dalam sosialisasi tersebut.

Asnari menganggap, pensertifikatan tanah ini memiliki makna yang penting, selain sebagai upaya dalam rangka tertib administrasi pertanahan juga dapat memberikan jaminan kepastian hukum hak atas tanah, untuk itu pihaknya akan sangat serius dalam proses PTSL bagi warganya.

“Kami sangat bersyukur dipilihnya wilayah kami sebagai percontohan, karena warga kami juga masih banyak tanahnya yang belum bersertifikat. Dari sekitar 6500 bidang, hanya sekitar 3 ribu yang sudah bersertifikat,” tukasnya. (di)

Comments