Bima Arya Ambil Formulir Cawalkot Demokrat, Usmar???

Bogor – bogorOnline.com
Setelah beberapa waktu lalu DPC Partai Demokrat Kota Bogor membuka pendaftaran Bakal Calon (Balon) Walikota Bogor periode 2018-2023, diketahui sudah ada empat orang yang sudah mengambil folmulir pendaftaran balon tersebut, namun nama keempat yang mengambil formulir ini sebelumnya masih dirahasiakan.
Keempat orang ini adalah terdiri dari Walikota Bogor Bima Arya, Ferro Sopacua yang tercatat sebagai Sekretaris DPC Demokrat Kota Bogor, R Dodi Setiawan yang juga anggota DPRD Kota Bogor, serta Agus Sulaksana kader partai berlambang bintang mercy tersebut.
Kabar ini dibenarkan oleh Sekretaris DPC Demokrat Kota Bogor Ferro Sopacua.
“Ya, empat nama tersebut termasuk saya, sudah mengambil formulir pendaftaran. Tinggal menunggu saat pengembalian yang akan ditutup beberapa hari lagi,” kata Ferro, Kamis (27/7/17).
Saat disinggung nama Wakil Walikota Bogor Usmar Harimar tidak ada di list nama pengambil formulir. Ferro tidak menjawab dan menyarankan, agar hal tersebut dipertanyakan langsung kepada yang bersangkutan.
“Soal itu saya tidak komentar. Lebih baik tanya langsung Pak Usmar kenapa tidak mengambil formulir pendaftaran,” ujarnya.
Ferro menjelaskan, empat orang yang mengambil folmulir pendaftaran itu diantaranya tiga orang dari kalangan internal dan satu orang eksternal.
 “Secara resmi nanti akan diumumkan nama yang daftar. Saat ini proses masih mengambil folmulir dan belum ada yang daftar resmi,” jelasnya.
Setelah pendaftaran untuk penjaringan ditutup Sabtu (29/7) mendatang, lanjut Ferro, selanjutnya hasil pendaftaran akan diserahkan kepada DPD Jawa Barat untuk dilakulan proses selanjutnya.
“Kita akan segera mensosialisasikan para bakal calon yang daftar, nanti proses selanjutnya ada di DPD Jabar dan DPP. Kita juga berharap secepatnya sudah bisa diketahui para calon Walikota yang nanti resmi diusung DPC Demokrat untuk Pilwalkot 2018 nanti,” ucapnya.
Ferro melanjutkan, jika pendaftaran ini gratis alias tak dipungut biaya.
“Kita selain membentuk tim penjaringan, sebagai upaya menyukeskan pilwakot, akan juga melakukan safari politik baik sesama partai politik di Kota Bogor atau dengan tokoh masyarakat. Jadi, kegiatan ini yang berbalut silaturahmi, diskusi, dan menyamakan persepsi. Mendengar apa yang dikeluhkan atau diinginkan masyarakat ke depan,” ungkap Ferro.
Ferro menegaskan, pihaknya membuka pintu lebar-lebar serta kesempatan terhadap kader internal, atau eksternal serta tokoh masyarakat yang berminat ingin menjadi calon walikota atau wakil walikota di Kota Bogor.
“Bagi yang mendaftar, nanti kami akan melakukan konvensi secara terbuka yang melibatkan seluruh komponen seluruh masyarakat Kota Hujan ini. DPC serta panitia akan mendengarkan visi dan misi kandidat, selain itu akan dilihat juga hasil poling serta hasil terjun mereka ke masyarakat,” paparnya.
Mengenai poling tentu masih menjadi patokan partainya dalam menentukan calon walikota atau wakil walikota yang akan diusung. Namun, lembaga yang melakukan poling sudah harga mati harus resmi alias bukan dibentuk secara tiba-tiba.
Terkait dengan koalisi dengan partai politik lain, Ferro mengatakan, pasti akan melakukannya. Karena Partai Demokrat tak bisa mengusung calonnya sendirian alias harus berkoalisi.
“Demokrat di DPRD memiliki 5 kursi. Kalau melihat aturan, kurang 4 kursi dan hal itu harus dilakukan dengan cara menjalin koalisi. Dalam waktu dekat kami akan menjajaki dengan partai mana saja berkoalisi. Dan semuanya memiliki peluang,” pungkasnya. (Nai)

Comments