Cegah Penyebaran Bahan Makanan Berbahaya BPOM bekali Tohaga Teskit

Cibinong – bogoronline.com – Satu unit teskit yaitu alat pendeteksi bahan makanan berbahaya diberikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia kepada PD Pasar Tohaga guna menekan penyebar luasan penggunanan bahan makanan berbahaya di masyarakat luas.

Data BPOM menunjukan bahwa penyalahgunaan bahan berbahaya bagi makanan masih banyak terjadi di Indonesia, walau sudah terjadi penurunan dari tahun ke tahun.

Pemberian teskit kepada para pengelola pasar dinilai efektif menekan penyebarluasan bahan makanan berbahaya
Deputi bidang pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya , Drs Suratmono MP mengatakan program pasar aman dari bahan berbahaya sudah dicanangkan sejak 3 tahun lalu dan tahun ini ditargetkan 139 pasar aman diseluruh indonesia.

“dengan adanya teskit ini diharaokan nanti pengelola pasar secara mandiri bisa mendeteksi makanan dengan bahan berbahaya, katanya
hal tersebut dikemukakan dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan edukasi pasar aman dari bahan berbahaya di halaman parkir Pasar Ciawi, kamis 27 Juli 2017.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar MM mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap nantinya seluruh pasar yang ada di kabupten Bogor secara mandiri bisa melakukan teskit hingga makanan yang beredar selalu dalam keadaan aman.

“yang merasakan dampak kerugian menkonsumsi bahan makanan berbahaya adalah masyarakat, saat ini mereka tidak tahu apakah makanan yang dibelinya aman atau tidak. Tohaga harus secara terus menerus mengaplikasikan ini di seluruh pasar,” tegasnya.

sementara itu Direktur Utama Pd Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, H Romli Eko Wahyudi Skh mengatakan kedepan ada perwakilan tohaga yang akan mengikuti pelatihan penggunaan teskit dan pendeteksian bahan makanan berbahaya.

“nantinya masyarakat bisa mengets langsung apakah makanan yang dibelinya aman atau tidak,” tandasnya. (Sur)

Comments