Kabupaten Bogor Dapatkan 80 Ribu PTSL

CIBINONG – Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor mendapatkan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahap II sebanyak 80 ribu bidang yang akan dialokasikan di empat kecamatan. Hal tersebut dikatakan Kasi Hubungan Hukum BPN/ATR Kabupaten Bogor Budi Kristiyana usai melakukan sosialisasi di Kelurahan Pakansari dan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/07) kemarin.

“Bapak Presiden menginginkan 5 juta bidang tanah di seluruh Indonesia terdaftar, kemudian Kementerian Negara Agraria membuat program pensertifikatan tanah melalui program PTSL, dengan adanya Surat Keputusan Bersama antara Menteri Agraria, Mendagri dan Mendes diharapkan program ini untuk saling mendukung sehingga bisa sukses,” kata Budi Kristiyana.

Ia menambahkan, di Kabupaten Bogor program PTSL tahap II ini mendapatkan 80 ribu bidang yang akan di realisasikan di Cibinong Raya, yaitu Kecamatan Cibinong, Sukaraja, Bojonggede dan Tajurhalang. “Dengan dukungan dari Ibu Bupati, Muspida, SKPD terkait, aparat desa, tokoh masyarakat dan pemuda diharapkan target tersebut bisa tercapai,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, pelaksanaan PTSL tahap II ini rencananya akan dimulai di bulan Agustus mendatang. “Antusias dan respon dari masyarakat sangat baik sehingga ditindak lanjuti oleh lurah atau kades serta camat yang dimohon kepada Kantor BPN Kabupaten Bogor untuk melakukan percepatan sosialisasi dan penyuluhan PTSL tahap II ini,” lanjutnya.

Budi menjelaskan, dari 80 ribu bidang yang akan diterima di empat kecamatan ini tiap desa targetnya berbeda, seperti di Kelurahan Sukahati sebanyak 1100 bidang dan Pakansari sebanyak 3500 bidang. “Ini baru empat kecamatan saja. Diharapkan di tahun 2018 mendatang dapat mendapatkan tambahan yang lebih banyak lagi,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa program PTSL ini bukanlah pekerjaan dari pertanahan saja, melainkan juga unsur dari pemerintah Kabupaten Bogor, karena adanya kerjasama antara tiga menteri.

“Realisasinya, Asda II telah mengumpulkan Kades dan Camat di empat kecamatan tadi dan mereka mendukung serta berharap dapat terlaksana dengan sukses. Kami juga berdampingan dengan Kejaksaan dan Polres guna mengantisipasi program yang bagus ini ternodai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Terkait biaya, Budi menjelaskan, bahwa program PTSL ini sama sekali tidak dipungut biaya terhadap masyarakat. Namun demikian, tim yang bekerja dilapangan membutuhkan bantuan. “Kami berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk masalah teknis di lapangan, karena kita perlu adanya tempat dan peralatan, kalau tenaga kerja bisa sukarelawan,” ungkapnya.

Pensertifikatan tanah melalui PTSL memiliki makna yang sangat penting dapat memberikan jaminan kepastian hukum hak atas tanah, dan ini merupakan percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan, seperti overlaping. “Dengan adanya program ini, semua tanah yang masuk dalam alokasi PTSL akan terdata secara lengkap,” tukasnya. (di)

Comments