Kepala Stasiun Parungpanjang : Drainase Mampet Karena Sampah Pasar

PARUNGPANJANG – Kepala Stasiun Kereta Api (KA) Parungpanjang membantah tudingan tersumbatnya saluran air (drainase) di sekitar pasar Parungpanjang salah satunya akibat adanya pipa air milik PJKA. Menurut Kepala Stasiun KA Parungpanjang Wahyudin, tudingan itu hanya alasan dan pengalihan tanggungjawab saja. “Perbaikan pipa oleh PJKA di area Pasar Parungpanjang sudah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu. Sekarang pipa berukuran besar itu masih ada, terbuat dari besi bukan plastik. Pipa itu sudah ada sejak jaman sebelum negara merdeka. Fungsinya untuk mengalirkan air yang diambil dari Kali Cimanceri, tepat nya belakang Polsek Parungpanjang,” kata Wahyudin kepada bogoronline.com, Jum’at (14/7/2017) .

Dia menambahkan, sebetulnya dengan kasat mata dapat dinilai, bahwa tersumbatnya saluran air/drainase yang mengakibatkan banjir disebabkan menumpuknya sampah dan lumpur di area pasar. Karena sumbatan disebabkan sampah dan lumpur dari pasar, sambung Wahyudin, tentu itu merupakan tanggungjawab pihak pengelola pasar. “Meskipun kalau ada sampah di area stasiun misalnya di pagar-pagar, pihak petugas kebersihan PJKA langsung membersihkan. Jadi jelas sekali kalau penyebab utama saluran air mampet itu akibat sampah serta lumpur yang ada di pasar Parungpanjang,” terangnya.

Bahkan setiap turun hujan, sambung Wahyudin, area stasiun KA Parungpanjang selalu terkena dampaknya. Banyaknya lumpur dan sampah, telah membuat area stasiun menjadi becek dan kotor, terutama bagian lantai. Apalagi seringkali banyak orang dari pasar masuk ke area stasiun dan toilet kamar mandi untuk bersih-bersih. “Toilet kamar mandi akhirnya dipenuhi sampah dan lumpur pasar. Padahal bangunan stasiun ini baru, tapi jadi ikut terbawa kumuh, karena kondisi pasar yang kumuh.” ucap Wahyudin menandaskan. (mul).

Comments