Pemberian Sertifikat Tanah Lewat PTSL Gratis

Bojonggede – Pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) terus diawasi dari berbagai pihak, karena pembagian 80 ribu bidang di empat kecamatan itu rawan akan pungutan liar. Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor bertindak tegas kepada petugas lapangan untuk memberi pelayanan yang lebih baik.

“Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor sudah melakukan sosialisasi disejumlah tempat, dan terus menekankan bahwa program persertipikatan melalui PTSL ini gratis, pengukuran akan dilakukan oleh pihak ketiga yaitu Surveyor Berlisensi dengan melalui proses lelang dan di harapkan alkhir Bulan Agustus sdh mulai melaksanakan pengukuran di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Cibinong, Sukaraja, Bojonggede dan Tajurhalang,” kata Kasie Hubungan Hukum Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Budi Kristiyana usai melakukan sosialisasi di kantor Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kemarin.

Disamping itu, lanjut Budi, masyarakat diharapkan untuk tidak memberikan sesuatu yang bisa mengotori kegiatan ini, terutama kepada petugas kami di lapangan.

Menurut Budi, pembagian 80 ribu serifikat tanah di Kabupaten Bogor ini merupakan yang terbanyak di Jawa Barat sehingga menjadi sorotan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan dukungan Ibu Bupati, Muspida, SKPD, Muspika, desa dan masyarakat untuk mengawal program PTSL ini berhasil sesuai dengan harapan semua pihak.

Ia menambahkan, apabila ada oknum yang melakukan pungli atau mencatut nama kantor pertanahan untuk meraih keuntungan pribadi, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembayaran kepada oknum tersebut. “Kami tak ingin adanya pungli, yang bisa merusak tujuan pemerintah pusat dalam memudahkan masyarakat,” imbuhnya.

Budi menerangkan, dengan adanya SKB 3 Menteri yaitu Mendagri, Menagria/KBPN dan Mendes biaya yang boleh di pungut oleh Desa kaitan administrasi surat-surat kepada masyarakat untuk mendukung Program PTSL ini hanya Rp 150 ribu perbidang yang harus di tindaklanjuti oleh Peraturan Bupati (Perbup) Bogor yang rencananya diharapkan terbit dalam waktu tidak terlalu lama.

Ia juga menegaskan, bahwa pegawainya untuk tidak menerima pungutan dari masyarakat. “Bisa dimungkinkan di lapangan dimanfaatkan oknum dengan mencatut nama Kantor Pertanahan, Kecamatan atau Desa, oleh karena itu kami berharap kepada masyarakat dan media untuk mengawal nya juga di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede, Rohmat mengungkapkan, bahwa antusias masyarakatnya sangat tinggi. “Karena program PTSL ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk melegalitaskan tanah miliknya,” ungkapnya.

Desa Waringin Jaya mendapatkan kuota sebanyak 1750 bidang, dirinya optimis bahwa kuota sebanyak itu bakal terpenuhi. Ia juga mengungkapkan, bahwa kendala di masyarakat, seperti halnya harus melakukan pelunasan PBB dan BPHTB yang merupakan kewajiban.

“BPN sudah berkoordinasi dan kami di undang rapat oleh Pemkab Bogor kaitan Perbub, Biaya Keringanan dan lain-lain kaitan BPHTB sehingga masyarakat bisa lebih antusias lagi untuk mendaftarkan tanah nya, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kaitan aturan tersebut bisa secepatnya terbit,” tukasnya. (di)

Comments