Potensi Pertanian di Kabupaten Tasikmalaya

Tasikmalaya – Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, memiliki banyak potensi dibidang pertanian, dengan segala potensi yang dimiliki itu maka pembangunan pertanian harus memiliki ciri-ciri diantaranya adalah pengetahuan yang melandasi pengambilan keputusan.

Hal tersebut dikatakan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum saat berbincang dengan dengan bogoronline.com, kemarin.

“Kemajuan teknologi sebagai instrumen
utama pemanfaatan sumber daya, mekanisme pasar sebagai media utama transaksi barang dan jasa, efisiensi dan produktivitas sebagai dasar utama
dalam alokasi sumber daya, mutu dan keunggulan, merupakan orientasi, wacana dan tujuan, profesionalisme merupakan karakter yang menonjol serta perekayasaan sebagai inti nilai tambah,” kata Uu.

Menurutnya, pertanian tanaman pangan mempunyai posisi strategis dalam perekonomian, karena sub-sektor ini menyediakan kebutuhan paling esensial bagi kehidupan yaitu bahan pangan. “Sub-sektor ini juga menyediakan bahan baku industri serta membuka kesempatan usaha di bidang industri dan jasa di perdesaan. Keberhasilan pembangunan tanaman pangan akan berdampak langsung terhadap ketahanan dan keamanan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini sub-sektor tanaman pangan memberikan sumbangan nyata terhadap pertumbuhan PDRB Kabupaten Tasikmalaya. Akan tetapi, tantangan ke depan 20 sampai 30 tahun mendatang pertanian sub-sektor tanaman pangan seharusnya menjadi pertanian yang tangguh dan modern berbasis pada pengelolaan.

“Sumber daya alam serta berdaya saing global disamping tantangan kebutuhan akan produk tanaman pangan semakin meningkat dengan laju pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi masyarakat yang masih di dominasi oleh beras dan dihadapkan pada perubahan iklim global dan terbatasnya sumberdaya lahan, air dan energi,” ungkapnya.

Sejarah dunia pertanian mengalami lompatan yang sangat berarti, dari pertanian tradisional menuju pertanian modern. Para petani dan masyarakat umum terpana dengan kemajuan yang berhasil dicapai oleh pertanian modern, namun secara konseptual maupun historikal konsep pertanian yang diusung sekarang adalah konsep pertanian yang berkelanjutan.

Dalam konsep pertanian berkelanjutan ketahanan pangan menjadi sorotan utama, peningkatan produksi pangan harus dilakukan dengan cara-cara yang berkelanjutan tidak mengurangi dan merusak kesuburan tanah, tidak meningkatkan erosi dan meminimalkan
penggunaan dan ketergantungan sumberdaya alam yang tidak terbarukan.

Selain itu, juga mendukung kehidupan perdesaan masyarakat yang hidup dan bekerja di lahan pertanian dan juga kesehatan produk-produk hasil pertanian, melestarikan sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati, memberdayakan dan memandirikan petani dalam mengambil keputusan pengelolaan lahan dan usaha taninya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sendiri, memanfaatkan dan
melestarikan sumberdaya lokal dan kearifan lokal masyarakat dalam mengelola sumberdaya alam.

“Sehubungan dengan itu tantangan yang dihadapi dunia Pertanian ke depan yaitu mewujudkan produksi tanaman pangan yang cukup dan berkelanjutan, adalah bagaimana memberikan tambahan produksi tanaman pangan secara berkelanjutan melalui luas areal, penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat dan berkelanjutan, bagaimana menyediakan dan menyalurkan sarana
produksi dan benih secara tepat kepada kelompok dan petani, bagaimana menyalurkan pupuk dan benih bersubsidi kepada kelompok tani, bagaimana mengamankan areal pertanaman komoditas tanaman pangan dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak perubahan Iklim (DPI),” jelas bakal calon Gubernur Jawa Barat ini.

Untuk mengahadapi tantangan dan dalam upaya peningkatan produksi
pangan (swasembada pangan) maka langkah langkah yang ditempuh antara lain, danya peningkatan kualitas budidaya pertanian dengan teknik yang lebih modern (teknologi pertanian).

“Pemerintah Daerah juga harus menjamin pemenuhan kebutuhan produksi pertanian, kebutuhan akan pupuk, bibit unggul, pengendali hama dan penyakit tanaman serta pengairan yang baik. Dan Pemerintah Daerah harus menjamin pasar bagi distribusi hasil produksi pertanian dengan harga yang stabil,” ungkap Bupati yang sudah dua periode menjabat tersebut.

Menurutnya, penerapan sistem budidaya pertanian yang sustainable yang mengacu pada sistem budidaya pertanian yang ramah lingkungan, menggalakkan proses perluasan lahan pertanian pangan, proses perluasan lahan pertanian harus difokuskan pada fungsinya sebagai lahan tanaman pangan bukan yang lain, karena semodern apapun teknik budidaya pertanian tidak akan pernah mencapai swasembada pangan jika tidak disertai dengan perluasan lahan produksi.

“Yang terakhir adalah penyelesaian konflik Agraria, artinya Petani harus diberikan akses seluas-luasnya untuk berproduksi, oleh karenanya tanah sebagai modal dasar dalam budidaya pertanian harus disediakan oleh pemerintah,” tukasnya. (di)

 

Comments